Menurutnya, foto anak yang terlalu jelas atau identitas pribadi, seperti seragam sekolah dan alamat sekolah sebaiknya dibuat jadi blur agar tak ada oknum-oknum yang menyalahgunakan informasi tersebut.
“Kalau perlu, gunakan watermark supaya nggak ada orang yang menyalahgunakan. Buat aturan jelas kepada keluarga tentang kapan dan apa yang boleh di-share di media sosial,” ucapnya.
Dokter Tania juga mengingatkan, jangan sekali-kali memposting anak tanpa pakaian, sedang tidur dan mandi. Ia juga menyarankan agar menghindari berbagi lokasi atau keadaan apapun secara real time.
“Jangan posting apapun secara real-time. Jangan terlalu detail membagikan mengenai isu penting anak. Dipikirkan dampak positif ataupun negatifnya saat kita ingin membagi sesuatu tentang anak kita ke media sosial karena jejak digital tidak akan hilang,” tuturnya.
“Anak tidak bisa memilih, tapi kita sebagai orang tua bisa menentukan mana yang mau di-upload, mana yang nggak. Jadi orang tua bijak itu yang utama,” kata dr. Tania.
(Agustina Wulandari )