JAKARTA - Saat makan camilan pakai saus, seseorang seringkali mencelupkan atau mencocol dua kali bahkan lebih ke saus yang sama. Kebiasaan ini disebut dengan double dipping dan sering dianggap tak higienis, karena bakteri dari mulut bisa pindah ke makanan.
Dilansir dari The Guardian, double dipping memang bisa menyebabkan bakteri dari mulut berpindah ke saus atau cocolan. Namun, kondisi tersebut tak selalu berarti orang lain yang mengonsumsi akan jatuh sakit.
“Bakteri dari makanan yang sudah dimakan dapat kembali berpindah ke sumber makanan.” kata Profesor John Tregoning, penulis Live Forever? A Curious Scientist’s Guide to Wellness, Ageing and Death.
Hal ini diketahui melalui penelitian yang menguji salsa, saus cokelat, dan saus keju. Penelitian tersebut menemukan adanya perpindahan bakteri pada ketiga jenis saus. Salsa bahkan menunjukkan tingkat kontaminasi yang paling tinggi.
Meski bakteri dapat berpindah, risiko menyebabkan penyakit ternyata tidak selalu besar. Profesor Tregoning mengatakan bakteri yang berasal dari mulut kemungkinan tak mudah membuat orang lain sakit.
Hal ini karena bakteri yang ada di mulut setiap orang cenderung sudah stabil. Tubuh juga memiliki kemampuan untuk melawan bakteri yang masuk dari orang lain.
Namun, risikonya dapat berbeda pada orang dengan sistem kekebalan tubuh yang sangat lemah. Risiko tersebut juga bisa meningkat pada orang yang baru mengonsumsi antibiotik, meski infeksi akibat kondisi tersebut dinilai jarang terjadi.
Dibandingkan double dipping, kebersihan tangan justru menjadi hal yang lebih penting untuk diperhatikan. Bakteri dapat berpindah dari tangan ke makanan dan kemudian masuk ke mulut.
Penelitian pada makanan yang dimakan bersama juga menunjukkan adanya kontaminasi silang dari tangan ke makanan. Karena itu, mencuci tangan sebelum menyiapkan atau menyentuh makanan menjadi langkah penting untuk menjaga kebersihan.
Tak semua bakteri memiliki risiko yang sama. Bakteri atau virus seperti Salmonella dan norovirus dapat menyebabkan gangguan seperti diare dan muntah.
Kuman tersebut dapat menyebar melalui makanan, terutama ketika seseorang tidak mencuci tangan sebelum menyiapkan makanan. Karena itu, menjaga kebersihan tangan menjadi salah satu cara penting untuk mencegah penyebaran penyakit.
(Agustina Wulandari )