Karena konsep pernikahan mereka dibuat intimate dan hanya dihadiri keluarga serta sahabat terdekat, keduanya kemudian memiliki ide untuk menitipkan anak-anak ayam itu kepada orang-orang terdekat agar bisa dirawat.
“Kami ingin menegaskan bahwa ide, konsep, dan keputusan mengenai suvenir ini sepenuhnya merupakan keputusan pribadi kami berdua, Rangga dan Nunu. Tidak ada keterlibatan maupun arahan dari pihak lain yang hadir dalam pernikahan kami,” kata mereka.
Namun, setelah melihat respons yang muncul di media sosial, Nuunu dan Rangga mengakui ada hal yang tak mereka antisipasi. Salah satunya kemungkinan anak ayam justru ditinggalkan setelah acara pernikahan.
“Kami sadar bahwa niat baik saja tidak cukup. Kami tidak mengantisipasi bahwa ada anak ayam yang kemudian ditinggalkan setelah acara,” tulis mereka.
Keduanya pun memahami alasan pemberian suvenir tersebut menimbulkan kekhawatiran dan kekecewaan. Mereka kemudian meminta maaf kepada pihak-pihak yang merasa keberatan.
Sebagai bentuk tanggung jawab, Nuunu dan Rangga mengatakan mereka kini berusaha menghubungi kembali para tamu yang menerima anak ayam tersebut. Langkah itu dilakukan untuk memastikan kondisi masing-masing anak ayam setelah dibawa pulang oleh penerima suvenir.