JAKARTA - Pernah menginap di hotel dan menyadari bahwa seprai, sarung bantal, hingga handuknya hampir selalu berwarna putih? Mulai dari hotel sederhana sampai resor mewah, warna putih seolah sudah menjadi ciri khas kamar hotel.
Sekilas penggunaan seprai putih mungkin terlihat hanya sebagai pilihan untuk membuat kamar tampak bersih dan elegan. Namun, ternyata ada alasan sejarah, psikologis, hingga pertimbangan bisnis di balik pilihan tersebut.
Melansir The Times of India, warna putih sejak lama dianggap sebagai simbol kemurnian dan kebersihan. Sejak era Victoria, warna ini dipercaya mampu memberikan kesan higienis dan segar kepada tamu hotel.
Ketika seseorang menginap di hotel, tentu mereka berharap mendapatkan seprai dan handuk yang bersih, bebas noda, bau, dan kotoran. Warna putih membuat kesan tersebut lebih mudah terlihat.
Selain identik dengan kebersihan, putih juga pernah dikaitkan dengan kemewahan dan kekayaan. Seiring berkembangnya pariwisata dan semakin banyaknya hotel, hubungan antara warna putih, kebersihan, dan kemewahan semakin kuat. Pada akhirnya, seprai putih yang awalnya identik dengan kemewahan berubah menjadi standar yang umum digunakan di industri perhotelan.
Ada pula alasan psikologis di balik penggunaan warna putih. Di hotel, terutama jaringan hotel yang memiliki banyak cabang, penggunaan seprai, selimut, jubah, dan berbagai kain berwarna putih membuat tampilan kamar lebih seragam.
Warna putih juga tergolong netral, sehingga mudah dipadukan dengan berbagai warna dan gaya dekorasi. Hotel tak perlu terlalu pusing memilih warna seprai yang cocok dengan desain setiap kamar.
Ketika tamu masuk ke kamar dan melihat tempat tidur yang tertata rapi dengan seprai putih, tampilannya dapat memberikan kesan nyaman, bersih, dan teratur. Kesan pertama seperti ini cukup penting karena tamu sedang berada di tempat yang belum familiar.
Mungkin terdengar aneh, tetapi seprai putih yang mudah terlihat kotor justru menjadi salah satu alasan hotel memilihnya. Noda, kotoran, atau perubahan warna pada kain putih lebih mudah terlihat dibandingkan kain berwarna. Dengan begitu, pihak hotel bisa langsung tahu bagian yang perlu dicuci atau diganti.
Warna putih juga memudahkan proses pencucian. Dalam kondisi yang sesuai, kain putih dapat dicuci dan diputihkan untuk menghilangkan noda yang membandel tanpa harus khawatir warna kain memudar.
Dari sisi tampilan, warna putih juga punya kelebihan tersendiri. Warna ini bisa memantulkan cahaya, sehingga ruangan terlihat lebih terang dan secara visual terasa lebih luas.
Jubah dan handuk putih juga sudah lama identik dengan spa dan suasana relaksasi. Karena itu, penggunaan warna putih mampu menciptakan atmosfer yang nyaman dan menenangkan bagi tamu.
Selain itu, putih mudah dipadukan dengan hampir semua warna, furnitur, dan gaya dekorasi. Jika hotel melakukan renovasi, mereka tidak harus mengganti seluruh perlengkapan kain hanya karena desain interiornya berubah.
(Agustina Wulandari )