Selama menjalani profesi medis, Dong mengaku menghadapi tekanan yang cukup besar. Tanggung jawabnya tidak hanya berkaitan dengan pelayanan pasien, tetapi juga berbagai urusan nonmedis, termasuk menghadapi pemeriksaan dari sejumlah instansi pemerintah.
“Sebagai seorang dokter, saya menghadapi tekanan mental yang cukup besar. Selain merawat pasien, saya juga harus mencurahkan banyak energi untuk mengelola urusan non-medis, seperti menghadapi inspeksi yang sering dilakukan oleh berbagai instansi pemerintah,” jelas Dong.
Ia juga menyinggung tekanan yang dapat muncul ketika terjadi perselisihan antara rumah sakit dan pasien.
“Sudah umum diketahui bahwa hubungan antara rumah sakit dan pasien seringkali tegang di Tiongkok. Dalam kasus sengketa medis, saya memikul tanggung jawab penuh karena saya adalah perwakilan hukum rumah sakit,” tambahnya.
Ketertarikan Dong terhadap bisnis bakpao kukus muncul pada 2023. Saat itu, ia mendapat inspirasi dari seorang teman yang keluarganya memiliki usaha serupa.
Dong awalnya berinvestasi di sebuah toko bakpao. Namun, ketika koki di toko tersebut tiba-tiba mengundurkan diri, ia memutuskan untuk mempelajari sendiri cara membuat bakpao.
Ia kemudian berhasil menguasai keterampilan tersebut dan menemukan kesenangan dalam proses pembuatannya. Pengalaman itu membuat Dong semakin yakin untuk meninggalkan karier medis dan fokus menjalankan bisnis kuliner.