Presiden Direktur PT Merck Tbk Evie Yulin mengatakan, pemantauan pertumbuhan perlu dilakukan secara rutin agar orangtua dapat mengenali apabila terdapat pola pertumbuhan yang berbeda dari yang diharapkan.
“Merck berkomitmen mendukung pertumbuhan optimal anak-anak Indonesia melalui edukasi yang berkelanjutan. Bersama berbagai pemangku kepentingan, termasuk media dan komunitas, kami mendorong pemahaman masyarakat tentang pentingnya memantau pertumbuhan anak secara rutin dan mengenali potensi gangguan, termasuk perawakan pendek (short stature), sejak dini. Kami berharap edukasi ini membantu lebih banyak orang tua memahami pola pertumbuhan anak dan mengetahui kapan perlu berkonsultasi dengan tenaga kesehatan,” ucapnya, Selasa (22/9/2026).
Dokter Spesialis Anak Subspesialis Endokrinologi dan Ketua Umum Yayasan Kesehatan Anak Global Prof. Dr. dr. Aman Bhakti Pulungan, Sp.A, Subsp. End., FAAP, FRCPI, menjelaskan bahwa perawakan pendek tidak bisa langsung disimpulkan sebagai akibat kekurangan nutrisi.
“Perawakan pendek pada anak dapat disebabkan oleh berbagai kondisi, sehingga tidak dapat serta-merta disamakan dengan stunting atau hanya dianggap sebagai masalah nutrisi. Selain faktor nutrisi, perawakan pendek juga dapat berkaitan dengan gangguan hormonal, kondisi genetik, hingga penyakit kronis. Gangguan hormonal yang dapat menyebabkan perawakan pendek antara lain Growth Hormone Deficiency (GHD), Small for Gestational Age (SGA), dan hipotiroidisme (hypothyroidism). Data survei menunjukkan prevalensi panjang badan lahir <48 cm sebesar 19,8% pada SGA. Faktor genetik juga dapat berperan, misalnya Sindrom Turner dengan prevalensi sekitar 1:1.500–2.000 pada kelahiran bayi perempuan hidup. Secara global, GHD diperkirakan terjadi pada sekitar 1 dari 4.000–10.000 anak. Pada sebagian anak lainnya, penyebab spesifik tidak dapat diidentifikasi meskipun telah dilakukan evaluasi menyeluruh, yang dikenal sebagai Idiopathic Short Stature (ISS).”
Menurut Prof. Aman, orangtua sebaiknya tidak hanya melihat tinggi badan anak pada satu waktu. Perubahan tinggi badan dari waktu ke waktu justru menjadi bagian penting dalam melihat pola pertumbuhan.