"Go to corner. Kadang-kadang aku bukan kunciin, tapi kayak aku matiin lampu. Kayak kita punya pantry, bukan gudang ya guys, pantry tempat nyimpan makanan. Aku taruh di dalam situ, aku takut-takutin, matiin lampu," beber Jennifer.
Menurut Jennifer, metode tersebut dilakukan agar Kamari memahami konsekuensi dari perilakunya tanpa mendapatkan kekerasan fisik dari orang tua.
"Supaya dia tuh ada efek, 'Aduh enggak enak ya diginiin, ya udah jangan diulangin lagi'. Dan so far sih selalu berhasil ya, jadi dia enggak mengulangi," paparnya.
Jennifer pun menilai pola asuh yang diterapkannya mulai terlihat dalam keseharian Kamari. Ia merasa bangga karena putrinya tumbuh menjadi anak yang santun dan memahami tata krama dasar sejak dini.
"Seperti yang dilihat, Kamari tuh selalu ingat bilang thank you, selalu ingat bilang permisi, terima kasih, sorry. Anaknya sopan banget," pungkasnya.
(Kurniasih Miftakhul Jannah)