JAKARTA – Wakil Menteri Ekonomi Kreatif (Wamenekraf), Irene Umar, resmi membuka Indonesia Design Week (IDW) 2026. Ajang tahunan yang memasuki perhelatan ketiga ini mengeksplorasi desain dari berbagai perspektif melalui prinsip kolaborasi, kurasi oleh budaya, serta dibangun melalui keberagaman. Indonesia Design Week (IDW), flagship event tahunan Indonesia Design District (IDD) PIK2, kembali digelar tahun ini dengan pengalaman yang lebih beragam di berbagai destinasi PIK.
"Banyak orang mungkin melihat desain hanya dari sisi estetika. Padahal, kita tahu bahwa sains turut membentuk dan memengaruhi perilaku manusia, termasuk bagaimana kita bertindak, bergerak, makan, hingga menjalani kehidupan sehari-hari. Jadi, desain bukan sekadar soal estetika. Desain hadir dalam kehidupan kita dan pada saat yang sama turut membentuk cara kita menjalani kehidupan," kata Irene dikutip Senin (21/9/2026).
Wamenekraf juga menggarisbawahi krusialnya pelindungan Kekayaan Intelektual (KI) pada karya desain lokal. Menurutnya, komersialisasi dan paten desain merupakan kunci agar karya desainer Indonesia dapat bersaing di pasar global sekaligus menggerakkan ekonomi terdesentralisasi di dalam negeri.
"Kami ingin mendorong kekayaan intelektual atas desain agar kita dapat menciptakan perubahan yang lebih baik dan memanfaatkan desain lokal, bukan hanya untuk pasar dunia, tetapi juga untuk Indonesia sendiri. Dari situlah kita dapat melihat kekuatan desain lokal, termasuk dalam arsitektur," ucap Irene.
Untuk pertama kalinya, IDW tidak hanya berlangsung di IDD PIK2, tetapi juga mengajak pengunjung menjelajahi desain, budaya, dan kreativitas di berbagai destinasi kawasan PIK, mulai dari Pantjoran PIK, Central Market PIK, By The Sea PIK, Batavia PIK, Land’s End PIK2, hingga Orange Groves PIK2. Berlangsung dari 18 hingga 27 September 2026, IDW tahun ini mengusung tema “Collective Culture” yang mengajak publik melihat desain sebagai bagian dari kehidupan yang tumbuh melalui keberagaman perspektif, kolaborasi, dan komunitas.
Semangat tersebut diterjemahkan melalui rangkaian program yang mencakup warisan budaya, keberlanjutan, fesyen, gaya hidup, rekreasi, hingga keterlibatan komunitas. Perluasan lokasi penyelenggaraan juga menghadirkan pengalaman yang berbeda di setiap destinasi, sekaligus memperlihatkan bagaimana desain dapat hadir dan berinteraksi dengan ruang, budaya, serta masyarakat. Dengan prinsip “Crafted in Collaboration, Curated by Culture, and Built Through Diversity”, IDW 2026 mempertemukan desainer, arsitek, seniman, institusi, pelaku usaha, mahasiswa, dan komunitas. Seluruh rangkaian program terbagi dalam tiga pilar utama, yaitu Main Highlights, Experience Programs, serta Community and Supporting Events.
Salah satu daya tarik utama IDW tahun ini adalah Salone Satellite Permanent Collection Exhibition, yang berlangsung dari 18 September hingga 18 Oktober 2026. Untuk pertama kalinya, koleksi tersebut dipamerkan di Indonesia, memberikan kesempatan bagi publik untuk melihat perjalanan hampir tiga dekade desain kontemporer melalui karya-karya para desainer muda dari berbagai belahan dunia. Sebanyak 55 karya dari total 415 objek dalam SaloneSatellite Permanent Collection ditampilkan dalam pameran ini. Koleksi tersebut memperlihatkan perjalanan sebuah gagasan desain, mulai dari prototipe karya desainer muda hingga berkembang menjadi produk massal, masuk ke dalam koleksi museum, dan bahkan menjadi ikon desain kontemporer.
Berawal dari perjalanan SaloneSatellite sejak 1998, koleksi ini merekam perkembangan penting dalam desain kontemporer dunia. Sejak 2018, Permanent Collection disimpan dan dipamerkan di Artwood Academy, Lentate sul Seveso, di kawasan Brianza, Italia, salah satu sentra desain dan furnitur. Jakarta menjadi destinasi internasional ketiga bagi SaloneSatellite Permanent Collection, setelah Hong Kong pada 2024 dan Paviliun Italia dalam Expo 2025 Osaka. Pameran di IDD PIK2 juga menjadi pemberhentian pertama dalam tur internasional terbaru Salone del Mobile.Milano.
Pameran ini menjadi momentum bagi publik untuk bertemu Marva Griffin Wilshire, Founder and Curator of SaloneSatellite, serta Maria Porro, President of Salone del Mobile.Milano, yang akan hadir dalam pembukaan IDW 2026. Kehadiran keduanya membawa perspektif dan wawasan dari ekosistem desain global, sekaligus membuka peluang bagi pelaku kreatif Indonesia untuk memperluas jejaring dan menjajaki kolaborasi internasional. Kehadiran SaloneSatellite Permanent Collection di Indonesia turut didukung oleh Kedutaan Besar Italia melalui Italian Cultural Institute (IIC) Jakarta dan Italian Trade Agency (ITA) sebagai bagian dari kerja sama Indonesia dan Italia di bidang desain dan industri kreatif.
Kehadiran SaloneSatellite Permanent Collection di Jakarta melanjutkan hubungan yang telah dibangun IDD PIK2 di panggung desain internasional. Pada April 2026, IDD PIK2 menghadirkan IDD Pavilion di Salone del Mobile.Milano melalui partisipasi dalam SaloneSatellite dan pameran Skilled Craftsmanship + Innovation. Partisipasi tersebut memperkenalkan desain kontemporer Indonesia sekaligus kekayaan material dan keahlian lokal dalam mengolah rotan, kayu, tenun, logam, dan keramik. Kini, hubungan tersebut berlanjut di Jakarta melalui kehadiran Permanent Collection untuk pertama kalinya di Indonesia.
“Semangat untuk terus beradaptasi menjadi landasan dalam setiap langkah IDD PIK2. Indonesia Design Week bukan sekadar perayaan, melainkan sebuah ekosistem dinamis yang secara aktif mempertemukan desainer, merek, pelaku manufaktur, dan institusi di Indonesia. Melalui ekosistem ini, kami ingin mengembangkan potensi lokal sekaligus mengukuhkan posisi Indonesia di panggung global,” ujar CEO IDD PIK2 Ipeng Widjojo.
(Kurniasih Miftakhul Jannah)