Berawal dari perjalanan SaloneSatellite sejak 1998, koleksi ini merekam perkembangan penting dalam desain kontemporer dunia. Sejak 2018, Permanent Collection disimpan dan dipamerkan di Artwood Academy, Lentate sul Seveso, di kawasan Brianza, Italia, salah satu sentra desain dan furnitur. Jakarta menjadi destinasi internasional ketiga bagi SaloneSatellite Permanent Collection, setelah Hong Kong pada 2024 dan Paviliun Italia dalam Expo 2025 Osaka. Pameran di IDD PIK2 juga menjadi pemberhentian pertama dalam tur internasional terbaru Salone del Mobile.Milano.
Pameran ini menjadi momentum bagi publik untuk bertemu Marva Griffin Wilshire, Founder and Curator of SaloneSatellite, serta Maria Porro, President of Salone del Mobile.Milano, yang akan hadir dalam pembukaan IDW 2026. Kehadiran keduanya membawa perspektif dan wawasan dari ekosistem desain global, sekaligus membuka peluang bagi pelaku kreatif Indonesia untuk memperluas jejaring dan menjajaki kolaborasi internasional. Kehadiran SaloneSatellite Permanent Collection di Indonesia turut didukung oleh Kedutaan Besar Italia melalui Italian Cultural Institute (IIC) Jakarta dan Italian Trade Agency (ITA) sebagai bagian dari kerja sama Indonesia dan Italia di bidang desain dan industri kreatif.
Kehadiran SaloneSatellite Permanent Collection di Jakarta melanjutkan hubungan yang telah dibangun IDD PIK2 di panggung desain internasional. Pada April 2026, IDD PIK2 menghadirkan IDD Pavilion di Salone del Mobile.Milano melalui partisipasi dalam SaloneSatellite dan pameran Skilled Craftsmanship + Innovation. Partisipasi tersebut memperkenalkan desain kontemporer Indonesia sekaligus kekayaan material dan keahlian lokal dalam mengolah rotan, kayu, tenun, logam, dan keramik. Kini, hubungan tersebut berlanjut di Jakarta melalui kehadiran Permanent Collection untuk pertama kalinya di Indonesia.
“Semangat untuk terus beradaptasi menjadi landasan dalam setiap langkah IDD PIK2. Indonesia Design Week bukan sekadar perayaan, melainkan sebuah ekosistem dinamis yang secara aktif mempertemukan desainer, merek, pelaku manufaktur, dan institusi di Indonesia. Melalui ekosistem ini, kami ingin mengembangkan potensi lokal sekaligus mengukuhkan posisi Indonesia di panggung global,” ujar CEO IDD PIK2 Ipeng Widjojo.
(Kurniasih Miftakhul Jannah)