Menurut dr. Adam, dorongan utama penyalahgunaan Etomidate terletak pada efek instan yang dihasilkannya terhadap sistem saraf.
"Etomidate disalahgunakan karena dapat membuat sensasi nge-fly, rileks, hingga tidak sadarkan diri dalam waktu yang singkat," papar dr. Adam.
Metode pengonsumsiannya pun kini bergeser dari jalur medis intravena menjadi campuran cairan vape untuk dihirup. Fenomena ini tercatat mendominasi kelompok usia muda.
"Saat ini, etomidate termasuk salah satu obat yang sering disalahgunakan, dengan cara dimasukkan ke vape untuk dihirup. 86,4% kasus penyalahgunaan etomidate dilakukan oleh orang berusia di bawah 35 tahun," ungkapnya.
Meski menawarkan efek rileks sesaat, dr. Adam menegaskan bahwa mengonsumsi Etomidate secara sembarangan tanpa pengawasan medis memiliki konsekuensi fatal bagi tubuh, baik dalam jangka pendek maupun jangka panjang.