"Bayangkan bilamana si virus itu dari saluran napas bisa masuk ke pembuluh darah. Nah, di sinilah dengan berbagai sistem imunnya, tidak heran bilamana yang namanya tanda dan gejala itu sistemik,” katanya.
Infiltrasi virus dan reaksi peradangan itulah yang mendasari munculnya serangkaian gejala khas influenza. Berbeda dari selesma yang umumnya hanya menimbulkan pilek ringan, gejala influenza menyerang secara sistemik atau menyeluruh ke seluruh organ tubuh.
Perjalanan penyakit ini dimulai dari fase inkubasi yang sangat singkat. Seseorang yang terinfeksi akan segera merasakan demam tinggi, dilanjutkan dengan rasa nyeri hebat di sekujur tubuh akibat respons imun di pembuluh darah.
“Jadi tanda dan gejalanya itu mulai dengan adanya, mulai dari inkubasi, masuk si virusnya, mulailah ada demam. Kemudian diikuti dengan nyeri-nyeri tubuh, ini karena dia sudah sistemik ke badan kita. Kemudian ini bisa ada nyeri tenggorokan juga,” kata Prof. Anggraini.
Khas pada influenza, penderita kerap mengeluhkan batuk kering dengan sensasi tidak nyaman yang intensif di area tenggorokan. Rasa lelah ekstrem juga menyertai perjalanan infeksi ini, hingga mencapai puncaknya pada hari ke-4 atau ke-5.