Krisjiana menegaskan dirinya tidak memiliki hak untuk memaksa Siti Badriah kembali menjalani kehamilan. Menurutnya, keputusan mengenai kehamilan berkaitan dengan tubuh sang istri sehingga pilihannya harus dihormati.
“Gua gak punya hak untuk memaksa istri gua hamil lagi. Gua juga gak punya hak menentukan apa yang harus dia lakuin sama tubuhnya. Karena itu tubuh dia, dan dia berhak memilih, apakah masih ingin hamil lagi atau enggak,” kata Krisjiana.
Ia mengatakan ketika seorang istri merasa sudah cukup memiliki anak, suami seharusnya tidak memaksakan keinginannya.
“Kalau dia bilang, ‘Aku udah cukup,’ maka tugas gua bukan memaksa, tapi tugas gua adalah menghormati pilihannya,” lanjutnya.
Bagi Krisjiana, setelah melihat berbagai pengorbanan yang dilakukan Siti Badriah untuk keluarga, sudah waktunya dirinya mengambil bagian dalam perencanaan keluarga melalui vasektomi.
Krisjiana juga menegaskan keputusan menjalani vasektomi bukan berkaitan dengan persoalan kejantanan. Ia memaknainya sebagai bentuk tanggung jawab terhadap keluarga.