Profil dan Potret Elena Rybakina, Petenis Cantik Kazakhstan yang Cetak Sejarah Juara US Open 2026

Djanti Virantika, Jurnalis
Minggu 13 September 2026 12:05 WIB
Elena Rybakina. (Foto: Instagram US Open)
Share :

PROFIL Elena Rybakina menarik diulas. Sebab, petenis cantik asal Kazakhstan ini baru saja sukses menyabet gelar juara di turnamen bergengsi level Grand Slam, US Open 2026.

Elena Rybakina kembali mencatat sejarah. Dia menjuarai US Open 2026 setelah mengalahkan juara bertahan dua kali, Aryna Sabalenka, dalam final tiga set dengan skor 6-4, 5-7, 6-2 pada 12 September 2026.

Kemenangan tersebut merupakan gelar Grand Slam ketiganya, setelah Wimbledon 2022 dan Australian Open 2026. Lebih istimewa lagi, hasil di New York membuat Rybakina naik ke peringkat nomor 1 dunia, untuk pertama kalinya dalam kariernya dan menjadi petenis Kazakhstan pertama yang mencapai posisi tersebut.

1. Profil Elena Rybakina

Elena Rybakina yang bernama lengkap Elena Andreyevna Rybakina lahir di Moskwa, Rusia, pada 17 Juni 1999. Meski lahir di Rusia, Elena berkewarganegaraan Kazakhstan karena memutuskan pindah kewarganegaraan olahraga dan mulai mewakili Kazakhstan pada 2018.

Petenis berusia 27 tahun itu mulai jadi petenis profesional pada 2014. Dengan tinggi 184 cm, Elena jadi petenis paket komplet dengan gaya bermain mengandalkan servis keras, pukulan baseline bertenaga, dan permainan yang relatif tenang.

Karier Elena di dunia tenis sudah dimulai sejak dirinya masih kecil. Dia mulai bermain tenis sejak usia 6 tahun.

Kini, Elena pun tampil di berbagai turnamen bergengsi. Kiprah Elena di US Open 2026 sendiri berjalan sempurna. Di New York, dia catatkan rekor 7 kemenangan.

Salah satu ujian terberat datang di semifinal ketika Elena sempat kehilangan set pertama dari Coco Gauff. Namun, dia berhasil bangkit dan meraih kemenangan 3-6, 6-4, 6-4.

Di final, Elena menghadapi Sabalenka dalam duel dua pemain yang sama-sama memiliki pukulan sangat kuat. Elena mengambil set pertama, kehilangan set kedua, lalu tampil sangat solid di set penentuan untuk menang 6-2. Kemenangan itu sekaligus menghentikan rentetan kemenangan Sabalenka di US Open.

 

2. Bukan Sekadar Petenis Cantik

Elena memang kerap mendapat perhatian karena penampilannya yang elegan. Namun, dia bukan sekadar petenis cantik saja, tetapi kekuatan utamanya di lapangan justru terletak pada kombinasi tinggi badan, servis, tenaga pukulan, dan ketenangan mental.

Servisnya menjadi senjata utama. Elena mampu menghasilkan pukulan pertama yang sangat agresif, kemudian memanfaatkan bola pendek lawan untuk mengakhiri reli.

Dengan kemenangan di New York, koleksi Grand Slam Elena Rybakina makin bertambah banyak. Gelar Grand Slam pertamanya didapat di ajang Wimbledon pada 2022.

Kemudian, Elena lanjutkan kiprah manisnya di Australian Open 2026. Kala itu, dia kalahkan Sabalenka juga di final yang berlangsung di Rod Laver Arnea, Melbourne, Australia, pada 31 Januari 2026 dengan skor 6-4, 4-6, dan 6-4 dalam duel yang berlangsung 2 jam 19 menit.   

Tahun ini, Elena kembali juara di level Grand Slam. Dia sukses besar di panggung US Open 2026. Ia kini hanya membutuhkan gelar French Open untuk melengkapi gelar juara di level Grand Slam.

Hal yang membuat pencapaian 2026 semakin mengesankan adalah fakta bahwa Elena Rybakina memenangkan Australian Open dan US Open pada tahun yang sama, keduanya dengan mengalahkan Sabalenka di final. Ia menjadi salah satu dari hanya sedikit petenis putri di era modern yang mampu menjuarai dua Grand Slam lapangan keras tersebut dalam satu musim.

(Djanti Virantika)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Women lainnya