“Gimana ya caranya bye-bye dengan no no pain, painless gitu? Googling juga,” katanya.
Namun, ketika pikirannya semakin gelap, Fanny justru mendapat bayangan wajah sang anak. Momen tersebut membuatnya kembali memikirkan apa yang akan terjadi jika dirinya benar-benar pergi.
“But the more I googling want to end up my life, Allah tuh ngasih visual muka anakku, Kak Mel,” ungkapnya.
Fanny kemudian membayangkan kehidupan Kazkaz jika dirinya tidak ada.
“Aku kayak, ‘Ya Allah, Nak. Kalau kamu yatim piatu gimana?’” ujarnya.
Ucapan tersebut membuat Fanny tersadar bahwa sang anak masih membutuhkannya. Ia pun berusaha menguatkan diri dan mengurungkan niatnya setelah memikirkan sang anak.