“Kalau mau bilang hipokampus rusak karena kekurangan oksigen, harus ada dasar klinisnya,” tegasnya.
Tubagus juga mengingatkan bahwa hasil pemeriksaan laboratorium terhadap makanan tidak serta-merta dapat menjelaskan kondisi neurologis yang dialami seseorang.
“Hasil lab makanan memberi petunjuk sumber kontaminasi, bukan langsung menjelaskan kenapa seseorang sampai mengalami gangguan ingatan dan kesadaran,” jelasnya.
Dengan demikian, klaim bahwa gangguan ingatan yang dialami Febiola disebabkan kerusakan hipokampus akibat kekurangan oksigen masih membutuhkan bukti klinis.
(Agustina Wulandari )