Tak berhenti pada dampak jangka pendek, paparan partikel halus abu vulkanik dalam jangka panjang juga berisiko memicu penyakit kronis yang serius.
“Penyakit jangka panjang yang bisa muncul akibat menghirup abu vulkanik: bronkitis, silicosis (akibat penumpukan silika di paru), peningkatan risiko terjadinya infeksi paru seperti pneumonia, [hingga] kanker paru,” jelas dr. Adam.
Ia menambahkan, kelompok rentan seperti penderita asma atau penyakit paru lainnya, bayi dan anak-anak, serta penderita penyakit jantung memiliki risiko lebih tinggi mengalami komplikasi kesehatan saat terpapar abu vulkanik.
Untuk meminimalkan potensi bahaya paparan partikel halus tersebut, dr. Adam membagikan beberapa panduan pencegahan yang dapat diterapkan masyarakat di wilayah terdampak:
(Kurniasih Miftakhul Jannah)