Biji labu kembali unggul dalam kandungan beberapa mineral lainnya. Dalam satu ons, biji labu menyediakan sekitar 2,17 miligram zinc atau 20 persen dari nilai harian. Sementara itu, almond hanya mengandung sekitar 0,86 miligram zinc atau 8 persen.
Zinc dibutuhkan tubuh untuk mendukung sistem kekebalan, pertumbuhan sel, dan proses penyembuhan luka. Mineral ini juga berperan dalam berbagai proses metabolisme tubuh.
Biji labu juga mengandung lebih banyak fosfor. Satu ons biji labu menyediakan sekitar 332 miligram fosfor atau 27 persen dari nilai harian, sedangkan almond mengandung sekitar 151 miligram atau 12 persen.
Fosfor berperan dalam produksi energi serta pembentukan tulang dan gigi. Namun, orang dengan penyakit ginjal kronis perlu berhati-hati mengonsumsi makanan tinggi fosfor. Pada kondisi tersebut, fosfor dapat menumpuk dalam darah sehingga asupannya mungkin perlu dibatasi sesuai anjuran dokter atau ahli gizi.
Biji labu kembali unggul dalam hal zat besi. Satu ons biji labu mengandung sekitar 2,29 miligram zat besi atau 13 persen dari nilai harian. Sementara itu, almond menyediakan sekitar 1,12 miligram atau 6 persen.
Zat besi dari makanan nabati termasuk jenis zat besi non-heme. Jenis ini memang tidak diserap tubuh sebaik zat besi heme yang terdapat pada makanan hewani.