Pentingnya Edukasi Seksual, Jangan Sampai Anak Belajar soal Seks dari Internet

Kurniasih Miftakhul Jannah, Jurnalis
Kamis 03 September 2026 21:28 WIB
Pentingnya Edukasi Seksual, Jangan Sampai Anak Belajar soal Seks dari Internet (Foto: Freepik)
Share :

JAKARTA — Kemudahan akses informasi membuat anak bisa mencari jawaban atas berbagai hal hanya melalui gadget. Karena itu, orangtua seharusnya tidak menganggap edukasi seksual sebagai topik yang tabu. Jika orang tua memilih diam, anak justru berpotensi mendapatkan informasi dari internet atau lingkungan pertemanan yang belum tentu benar dan sesuai dengan usianya.

Dokter Tirta mengingatkan para orang tua agar tidak ragu memberikan edukasi seksual kepada anak. Menurutnya, rasa tabu yang dimiliki orang tua justru dapat membuat anak mencari tahu sendiri ketika memiliki rasa penasaran mengenai tubuh dan seksualitas.

“Jangan tabu mengajari seksual pada anak. Kalau anak Anda tabu, tabu, tabu, tabu, anak Anda belajar sendiri,” ujar Dokter Tirta dalam sebuah podcast.

Ia menilai, orang tua tidak bisa lagi menganggap anak tidak memiliki akses terhadap informasi. Apalagi, hampir semua anak saat ini dapat menggunakan gadget untuk mencari berbagai informasi melalui mesin pencari maupun teknologi kecerdasan buatan seperti ChatGPT.

Anak Bisa Mencari Tahu Sendiri

Menurut Dokter Tirta, rasa ingin tahu anak mengenai berbagai hal merupakan sesuatu yang wajar. Mereka dapat mencari informasi mengenai organ reproduksi, hubungan intim, hingga seks hanya dengan mengetikkan pertanyaan di internet.

“Dipikir anak Anda gaptek? Anak Anda punya gadget. Anak Anda bisa Google dan pakai ChatGPT,” katanya.

Kondisi tersebut membuat peran orang tua menjadi semakin penting. Alih-alih menghindari pembicaraan mengenai seksualitas, orang tua perlu memberikan informasi secara bertahap dan menggunakan bahasa yang dapat dipahami sesuai usia anak.

Edukasi seksual pada anak juga tidak berarti mengajarkan hubungan seksual sejak dini. Pembahasannya dapat dimulai dari hal-hal mendasar, seperti mengenalkan anggota tubuh, memahami bagian tubuh yang bersifat privat, menjaga kebersihan diri, mengetahui batasan sentuhan, serta mengajarkan anak untuk mengatakan tidak ketika merasa tidak nyaman.

Ketika anak beranjak besar dan memasuki masa pubertas, pembahasannya dapat berkembang sesuai kebutuhan. Orang tua dapat menjelaskan perubahan fisik dan emosional, menstruasi, mimpi basah, fungsi organ reproduksi, hingga batasan dalam hubungan dengan orang lain.

Jangan Biarkan Internet Jadi “Guru” Anak

Dokter Tirta menilai, ketika orang tua memilih menganggap edukasi seksual sebagai sesuatu yang tabu, anak akhirnya akan mencari sumber informasi lain.

“Karena orang tua-orang tua itu merasa tabu dalam mendidik seksual. Akhirnya anak-anak generasi sekarang itu belajar sendiri,” tuturnya.

Sumber informasi tersebut bisa berasal dari internet maupun lingkungan pertemanan. Masalahnya, informasi yang ditemukan anak belum tentu akurat, edukatif, atau sesuai dengan tahap perkembangannya.

Tanpa pendampingan orang tua, anak juga dapat kesulitan membedakan informasi yang sehat dengan konten yang tidak pantas, menyesatkan, atau menggambarkan hubungan seksual secara keliru.

“Dari gadget, dari tongkrongan. Mereka lanjutin. Dan akhirnya, oh enak ya? Mereka akhirnya tidak bisa mengenal, oh ini tuh buruk, tidak pada tempatnya,” lanjut Dokter Tirta.

(Kurniasih Miftakhul Jannah)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Women lainnya