JAKARTA - Penggunaan lensa kontak lunak saat berada di wilayah yang terdampak asap kebakaran hutan sebaiknya dihindari. Paparan asap dan partikel halus dapat membuat mata lebih kering serta meningkatkan risiko iritasi hingga infeksi.
Melansir laman Inner Harbour Optometry, para profesional perawatan mata tidak merekomendasikan penggunaan lensa kontak lunak ketika kualitas udara memburuk akibat asap kebakaran hutan. Kondisi tersebut dapat membuat lensa kontak menahan partikel dan zat iritan di permukaan mata.
Lensa kontak lunak memiliki sifat yang memungkinkan material dari lingkungan terserap ke dalamnya. Ketika digunakan di tengah asap pekat, abu, debu, dan partikel halus dapat terperangkap di sekitar lensa maupun masuk ke bawahnya. Kondisi ini berpotensi menggesek permukaan kornea setiap kali mata berkedip.
Selain itu, asap kebakaran hutan dapat mengurangi kelembapan alami mata. Kombinasi udara yang kering dan penggunaan lensa kontak dapat membuat mata terasa perih, kering, merah, atau tidak nyaman.
Ada beberapa alasan penggunaan lensa kontak perlu dihindari ketika udara dipenuhi asap kebakaran hutan.
Partikel mudah terperangkap
Debu, abu, dan partikel halus seperti PM2,5 dapat masuk ke sela antara lensa dan permukaan mata. Partikel tersebut berpotensi menyebabkan gesekan pada kornea dan menimbulkan iritasi.
Dapat menyerap zat dari lingkungan
Material lensa kontak lunak memiliki kemampuan menyerap cairan dan berbagai zat dari lingkungan. Paparan asap yang mengandung berbagai senyawa dapat membuat mata terus bersentuhan dengan zat iritan tersebut selama lensa digunakan.
Mata menjadi lebih kering
Asap dapat mengganggu lapisan air mata yang berfungsi menjaga permukaan mata tetap lembap. Akibatnya, penggunaan lensa kontak dapat terasa semakin tidak nyaman, bahkan membuat penglihatan menjadi buram.
Untuk mengurangi risiko gangguan mata ketika kualitas udara memburuk akibat kebakaran hutan, beberapa langkah berikut dapat dilakukan:
1. Gunakan kacamata
Untuk sementara, lepaskan lensa kontak dan gunakan kacamata. Selain membantu penglihatan, kacamata juga dapat menjadi penghalang dari paparan langsung debu dan abu.
2. Gunakan kacamata pelindung
Jika harus berada di luar ruangan dengan kondisi asap yang tebal, gunakan kacamata pelindung yang menutup area mata dengan baik. Kacamata pelindung dapat membantu mengurangi masuknya partikel dari udara.
3. Gunakan air mata buatan
Air mata buatan tanpa pengawet dapat digunakan untuk membantu menjaga kelembapan mata dan mengurangi rasa tidak nyaman akibat paparan debu maupun asap.
4. Hindari menggosok mata
Ketika mata terasa gatal atau perih, hindari menggosoknya. Tindakan tersebut justru dapat memperparah iritasi, terutama apabila terdapat partikel yang menempel pada permukaan mata.
5. Jaga kualitas udara di dalam rumah
Selama kondisi asap memburuk, usahakan tetap berada di dalam ruangan. Tutup jendela dan pintu untuk mengurangi masuknya asap. Penggunaan pembersih udara dengan filter HEPA juga dapat membantu menjaga kualitas udara dalam ruangan.
Apabila mata tetap terasa perih, merah, mengeluarkan cairan, atau penglihatan menjadi kabur setelah lensa kontak dilepas dan mata dibersihkan, segera periksakan kondisi tersebut kepada dokter mata atau ahli optometri.
(Kurniasih Miftakhul Jannah)