Penelitian tersebut menunjukkan bahwa orang yang menaiki setidaknya beberapa anak tangga setiap hari memiliki risiko kematian lebih rendah dibandingkan mereka yang tidak melakukan aktivitas tersebut.
Kelompok yang rutin menaiki enam hingga 10 anak tangga tercatat memiliki risiko paling rendah dalam penelitian tersebut. Para peneliti memperkirakan kebiasaan itu berkaitan dengan tambahan harapan hidup sekitar 55 hari.
Namun, penelitian seperti ini tetap memiliki keterbatasan. Orang yang terbiasa menggunakan tangga mungkin memang sudah memiliki gaya hidup yang lebih aktif dan kondisi kesehatan yang lebih baik.
Karena itu, belum dapat dipastikan apakah aktivitas menaiki tangga secara langsung menyebabkan penurunan risiko kematian.
Drury menilai masih dibutuhkan penelitian lebih lanjut untuk mengetahui seberapa besar pengaruh aktivitas tersebut terhadap risiko penyakit kardiovaskular dan kematian.
(Kurniasih Miftakhul Jannah)