Albert Matheny, ahli diet terdaftar sekaligus spesialis kekuatan dan pengondisian, menjelaskan bahwa berjalan kaki umumnya merupakan aktivitas aerobik. Sementara itu, menaiki tangga dapat melibatkan sistem aerobik sekaligus anaerobik karena dilakukan dengan intensitas lebih tinggi.
Saat menaiki tangga, otot harus bekerja melawan gravitasi pada setiap langkah. Inilah yang membuat seseorang lebih cepat merasa lelah atau kehabisan napas, terutama jika belum terbiasa.
Menurut Rao, kombinasi kerja sistem kardiovaskular dan otot tersebut membuat menaiki tangga menjadi aktivitas yang cukup efisien untuk menambah intensitas gerak dalam waktu singkat.
Meski begitu, bukan berarti berjalan kaki harus ditinggalkan. Berjalan kaki tetap memberikan manfaat bagi kesehatan jantung dan dapat dilakukan oleh lebih banyak orang dengan berbagai tingkat kebugaran.
Bagi mereka yang memiliki waktu terbatas, menaiki tangga saat berada di kantor, pusat perbelanjaan, atau tempat lain dapat menjadi cara sederhana untuk menambah aktivitas fisik tanpa mengubah jadwal secara drastis.
Temuan terbaru tersebut juga sejalan dengan penelitian sebelumnya. Salah satu studi pada 2021 yang melibatkan lebih dari 280.000 orang menemukan adanya hubungan antara kebiasaan menaiki tangga dan risiko kematian dini yang lebih rendah.