Kemenkes juga mendorong penelitian terapi sel agar diarahkan pada penyakit yang masih menjadi beban kesehatan tinggi di Indonesia, terutama kondisi yang hingga kini memiliki kebutuhan medis yang belum terpenuhi.
Sejumlah penyakit yang menjadi perhatian antara lain kanker, penyakit jantung, stroke, serta gangguan urologi dan nefrologi.
“Utamanya adalah bahwa penelitian-penelitian terapi sel ini dapat membuktikan efikasi dan safety yang secara ilmiah dan berbasis bukti,” ujarnya.
Lucia menegaskan, apabila aspek keamanan, efektivitas, dan keterjangkauan dapat dipenuhi, pengembangan terapi sel diharapkan tidak berhenti sebagai penelitian di laboratorium. Teknologi tersebut diharapkan dapat berkembang menjadi pilihan terapi yang aman, efektif, dan dapat diakses pasien di fasilitas pelayanan kesehatan.
(Kurniasih Miftakhul Jannah)