Menurutnya, keberadaan reseptor alpha-2 adrenergik inilah yang membuat beberapa bagian tubuh menjadi area yang paling sulit menipis saat menjalani program penurunan berat badan.
“Nah ada area-area yang memang reseptor alpha-2 adrenergiknya lebih tinggi yaitu di perut bawah, payudara, dan bokong, sehingga sinyal pelepasan lemak lebih sulit terjadi di sana,” lanjut dia.
Tak hanya faktor dominasi reseptor penghambat, dr. Adam juga menyoroti kendala sirkulasi darah di area-area lemak membandel tersebut. Menurutnya, sirkulasi darah di area perut bawah cenderung lebih rendah dibanding bagian tubuh lainnya.
“Bahkan aliran darah di area lemak tersebut lebih rendah, sehingga hormon katekolamin lebih sulit mencapai sel lemaknya,” kata dr. Adam.
Kombinasi antara tingginya reseptor alpha-2 adrenergik dan rendahnya aliran darah inilah yang membuat lemak di perut bawah menjadi bagian tubuh paling terakhir yang menyusut.
Lantas, bagaimana cara mengatasinya? dr. Adam menegaskan bahwa kunci utama untuk menaklukkan lemak bandel ini terletak pada konsistensi dan kombinasi latihan yang tepat.
“Akibatnya area perut bawah ini menjadi bagian terakhir yang menipis. Perlu defisit kalori yang konsisten sekaligus latihan otot agar tubuh terpaksa mengambil lemak dari lokasi yang lebih sulit tersebut,” pungkas dia.
(Djanti Virantika)