Berkaca dari temuan tersebut, ia menyoroti indeks kualitas udara buruk di perkotaan di Indonesia salah satunya adalah Jakarta. Menurutnya, penelitian tersebut sangat relevan dan perlu direnungkan bagi para orang tua yang tengah membesarkan anak.
"Bagi kita di Jakarta, yang dikenal sebagai salah satu kota dengan tingkat polusi udara tinggi, temuan ini tentu relevan untuk direnungkan, khususnya bagi orang tua yang membesarkan anak di tengah kualitas udara yang belum ideal," tuturnya.
Meski demikian, Prof. Erlina memberikan beberapa langkah sederhana untuk meminimalkan risiko bahaya polusi udara pada pertumbuhan paru-paru anak. Seperti membatasi aktivitas luar ruangan saat kualitas udara buruk, menggunakan masker hingga menjaga sirkulasi udara di dalam rumah tetap bersih.
"Ada beberapa langkah sederhana yang bisa membantu, mulai dari membatasi aktivitas luar ruangan saat kualitas udara sedang buruk, menggunakan masker yang sesuai untuk anak, sampai menjaga sirkulasi udara bersih di dalam rumah. Semua ini adalah bentuk investasi untuk melindungi kesehatan paru anak sejak dini," ucap Prof. Erlina.
(Agustina Wulandari )