Dokter Gia menyoroti bagaimana penyakit kronis seperti hipertensi, lonjakan gula darah, hingga risiko mematikan seperti serangan jantung dan stroke jarang terjadi secara mendadak. Sebaliknya, kondisi ini merupakan akumulasi dari kebiasaan harian yang sering kali dianggap sepele. Mulai dari pola makan, kurang bergerak hingga kebiasaan menunda untuk membenahi gaya hidup.
Maka dari itu, di momen Agustus ini, ia mengajak semua masyarakat untuk menjadikannya sebagai titik balik merdeka dari berbagai potensi penyakit.
“Bulan Agustus ini, kita merayakan kemerdekaan Indonesia. Tapi coba tanya satu hal ke diri sendiri. Tubuh kita sudah merdeka dari cengkeraman penyakit belum? Merdeka dari tekanan darah tinggi, merdeka dari gula darah yang terus naik, merdeka dari risiko serangan jantung dan stroke?” tuturnya.
“Karena penyakit-penyakit ini sering terbentuk pelan-pelan dari apa yang kita makan tiap hari, seberapa banyak kita bergerak, dan bagaimana kita tidur, sampai kebiasaan kecil yang terus kita tunda untuk kita perbaiki,” kata dr. Gia.
Lebih lanjut, ia juga mengingatkan agar masyarakat tidak terburu-buru tergiur oleh tren diet viral yang menjamur di media sosial. Sering kali, tren konsumsi tersebut tidak didasari oleh kecukupan gizi yang dibutuhkan tubuh secara individu dan sulit dipertahankan dalam jangka panjang.