JAKARTA - Kasus demam berdarah (DBD) kembali naik hingga Mei 2026. Data Kementerian Kesehatan mencatat sebanyak 39.672 kasus di Indonesia dengan 105 orang meninggal dunia.
Seiring meningkatnya kasus, ada anggapan bahwa jus daun pepaya kembali banyak digunakan sebagai pengobatan rumahan. Namun, dokter mengingatkan bahwa jus daun pepaya belum terbukti dapat menyembuhkan DBD atau mencegah komplikasinya.
Melansir Times of India, menurut dr. Joshi Divya Rakesh, konsultan penyakit infeksi dan pengendalian infeksi di KIMS Hospitals, kebiasaan memberikan ekstrak daun pepaya kepada pasien DBD sudah sangat umum di keluarga India. Begitu seseorang demam dan jumlah trombositnya turun, banyak orang langsung menyarankan minum jus daun pepaya.
Masalahnya, keyakinan tersebut lebih kuat daripada bukti ilmiahnya. Jumlah trombosit memang menjadi salah satu hal yang dipantau dokter pada pasien DBD. Namun, kondisi pasien tidak bisa dinilai hanya dari angka trombosit. Kondisi tubuh secara keseluruhan juga harus diperhatikan.
Bukti ilmiahnya masih lemah. Beberapa penelitian menunjukkan adanya sedikit peningkatan jumlah trombosit setelah pasien mengonsumsi ekstrak daun pepaya.