Waktu Paling Baik Makan Telur: Pagi Hari atau Setelah Olahraga?

Mei Sada Sirait, Jurnalis
Minggu 16 Agustus 2026 19:05 WIB
Ilustrasi waktu terbaik makan telur. (Foto: dok Magnific/azerbaijan_stockers)
Share :

JAKARTA - Telur sering menjadi pilihan menu sehari-hari karena mudah diolah dan mengandung protein. Namun, waktu mengonsumsinya ternyata bisa disesuaikan dengan tujuan yang ingin dicapai.

Tergantung tujuan yang ingin dicapai mulai dari memenuhi kebutuhan protein hingga membantu membangun massa otot. Lalu kapan waktu terbaik untuk mengonsumsi telur?

Dikutip dari Verywell Health, tidak ada satu waktu yang mutlak paling baik untuk makan telur. Namun, penelitian menunjukkan bahwa mengonsumsi telur pada pagi hari dapat memberikan manfaat untuk memenuhi kebutuhan protein dan membantu menjaga berat badan. 

Sementara itu, bagi yang ingin membangun otot, telur bisa dikonsumsi setelah berolahraga.  

Telur dapat menjadi pilihan menu sarapan karena kandungan proteinnya. Satu telur rebus berukuran besar mengandung sekitar 6,28 gram protein.

Mengonsumsi telur pada pagi hari dapat membantu memberikan energi sekaligus membuat rasa kenyang bertahan lebih lama hingga waktu makan berikutnya. Protein juga dicerna lebih lambat sehingga dapat membantu mengurangi rasa lapar di pagi hari.

Mengonsumsi telur di pagi hari juga dapat membantu memenuhi kebutuhan protein harian, terutama jika asupan protein dibagi sepanjang hari. Cara memasak telur pun tidak mengubah jumlah protein yang dikandungnya. 

Namun, proses perebusan dapat membuat protein telur lebih mudah diserap tubuh, terutama pada orang lanjut usia. Jika tujuan utama mengonsumsi telur adalah membangun otot, waktu yang lebih tepat adalah setelah berolahraga atau pada waktu yang lebih sore.

Protein dibutuhkan tubuh untuk membentuk massa otot. Mengonsumsi telur setelah latihan dapat mendukung proses sintesis protein otot, yaitu proses pembentukan jaringan otot.

Telur juga mengandung nutrisi lain, termasuk lemak sehat yang terdapat pada kuning telur. Nutrisi tersebut berperan dalam berbagai proses tubuh yang berkaitan dengan pembentukan otot. Untuk tujuan ini, telur utuh juga dinilai lebih bermanfaat dibandingkan hanya putih telur. 

Konsumsi telur utuh dapat memberikan manfaat lebih besar terhadap sintesis protein otot setelah olahraga dibandingkan putih telur dengan jumlah protein yang sama. Telur juga dapat menjadi bagian dari pola makan untuk menjaga berat badan karena tinggi protein dan relatif rendah kalori. 

Satu telur berukuran besar mengandung sekitar 72 kalori. Dalam sebuah penelitian, orang dengan berat badan berlebih atau obesitas yang mengonsumsi telur sebagai sarapan melaporkan rasa lapar dan keinginan makan yang lebih rendah. 

Mereka juga mengonsumsi lebih sedikit kalori sepanjang hari dibandingkan kelompok yang mengonsumsi sarapan tinggi karbohidrat. Protein dalam telur membantu memberikan rasa kenyang lebih lama. 

Telur juga termasuk makanan dengan indeks glikemik rendah, sehingga tidak menyebabkan peningkatan gula darah secara cepat. Bagi yang ingin mengurangi asupan kalori tetapi tetap mendapatkan protein, putih telur dapat menjadi alternatif karena mengandung sekitar setengah kalori telur utuh dan tetap tinggi protein.  

Selain waktu makan, cara mengolah dan menyajikan telur juga perlu diperhatikan. Untuk mengurangi risiko penyakit akibat makanan, telur sebaiknya disimpan dalam lemari pendingin dan dimasak hingga matang.

(Agustina Wulandari )

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Women lainnya