Ia menyinggung beban pajak yang harus ditanggung masyarakat sehingga penggunaan anggaran negara, menurutnya, perlu dilakukan secara bijak dan tidak berlebihan.
"Potong pengeluaran ga penting, kasian warga udah dibebani pajak ini itu dengan alasan "penyerapan" tapi ya tolong jangan boros2 amat kalo keluarin duit," tutur dr. Tirta.
Harapan terakhir yang disampaikan dr. Tirta menyangkut cara pejabat negara berkomunikasi dengan masyarakat. Ia berharap komunikasi publik dapat dilakukan secara lebih terbuka dan tidak menunjukkan jarak dengan rakyat.
"Perbaiki komunikasi publik pejabat2, ga usah "belagak" bos. Kita sama2 rakyat, bedanya ente kepilih mewakili aspirasi dan cuma 5 tahun sekali," pungkas dia.
Melalui lima poin tersebut, dr. Tirta menjadikan momentum kemerdekaan bukan hanya sebagai perayaan, tetapi juga kesempatan untuk menyampaikan sejumlah catatan dan harapan terkait perbaikan kehidupan masyarakat.
(Kurniasih Miftakhul Jannah)