DALAM modus love scamming, pelaku biasanya tidak langsung meminta uang atau melakukan penipuan. Mereka terlebih dahulu membangun kedekatan emosional dengan korban.
Salah satu cara yang kerap digunakan adalah love bombing. Lewat love bombing, seseorang akan memberikan perhatian, pujian, ungkapan cinta, atau janji-janji manis secara berlebihan dalam waktu singkat. Lantas, kapan love bombing perlu mulai dicurigai sebagai tanda hubungan yang tidak sehat?
Menurut Hersa Aranti, Psikolog Klinis Dewasa, dalam acara Morning Zone di Youtube Okeozne salah satu hal yang perlu diperhatikan adalah seberapa cepat perhatian dan ungkapan perasaan tersebut muncul. Menurutnya, hubungan yang sehat umumnya membutuhkan waktu untuk berkembang.
Seseorang perlu mengenal karakter, kebiasaan, cara berpikir, hingga kecocokan satu sama lain sebelum muncul perasaan yang semakin dalam. Karena itu, jika seseorang yang baru dikenal tiba-tiba memberikan perhatian yang sangat intens, mengungkapkan perasaan yang mendalam, atau bahkan memberikan janji-janji besar, kondisi tersebut patut diwaspadai.
“Pertama, love bombing diberikan dalam waktu yang sangat cepat. Karena biasanya kita membangun perasaan atau bisa dibilang jatuh cinta itu melalui proses,” ujar Hersa.
“Belum kenal, belum tahu apakah satu frekuensi atau tidak, bisa ngobrol dan nyambung atau tidak, tetapi sudah banyak diberikan love bombing seperti itu. Jadi dilihat dari cepatnya,” lanjutnya.