JAKARTA - Kemudahan di era digital membuka akses bersosialisasi secara daring, termasuk adanya modus kejahatan baru. Love scamming adalah salah satu contoh kejahatan daring. Modus kejahatan ini merupakan penipuan dan pemerasan terhadap korban dengan membangun hubungan romantis dan emosional.
Modus ini kian marak terjadi, termasuk di Indonesia. Kejahatan ini juga telah merenggut banyak korban, baik secara finansial maupun emosional. Berdasarkan data Otoritas Jasa Keuangan (OJK) melalui Indonesia Anti-Scam Centre (IASC) diterima 3.494 laporan dari masyarakat terkait modus penipuan daring love scam sepanjang 2025.
Agar tak terjebak dengan modus kejahatan daring ini, kamu wajib tahu ciri-ciri pelaku yang biasanya sudah terstruktur dan meyakinkan. Yuk kenali modusnya:
Pelaku love scamming aktif mencari korban di berbagai platform daring, misalnya media sosial dan aplikasi kencan. Mereka seringkali menargetkan individu yang terlihat kesepian, rentan secara emosional, atau memiliki kekayaan. Bahkan tak jarang perempuan usia paruh baya pun jadi targetnya.
Setelah menemukan target, pelaku akan memulai komunikasi dengan profil palsu yang menarik. Profil ini biasanya diisi dengan foto yang menggambarkan pria tampan dan mapan, informasi pribadi yang terlihat sempurna, seperti profesi tentara, insinyur, dokter, atau pebisnis sukses, dan cerita hidup yang menyentuh hati.