Meski hasil penelitian menunjukkan potensi manfaat, jus bit belum dapat dianggap sebagai pengganti pengobatan hipertensi. Penelitian tersebut masih memiliki jumlah peserta yang relatif kecil dan efek penurunan tekanan darah terutama terlihat pada kelompok usia lanjut.
Karena itu, diperlukan penelitian lebih lanjut untuk mengetahui kelompok orang yang paling mungkin mendapatkan manfaat dari konsumsi jus bit serta seberapa besar efeknya dalam jangka panjang.
Mengonsumsi bit sebagai bagian dari pola makan sehat tetap dapat menjadi pilihan. Namun, bagi penderita tekanan darah tinggi, upaya menjaga tekanan darah sebaiknya tetap dilakukan secara menyeluruh, termasuk membatasi asupan garam, mengonsumsi makanan bergizi seimbang, rutin beraktivitas fisik, dan mengikuti anjuran dokter.
Dengan kata lain, jus bit berpotensi membantu menjaga kesehatan pembuluh darah, tetapi bukan satu-satunya cara untuk mengendalikan tekanan darah.
(Kurniasih Miftakhul Jannah)