Bau Kaki Tak Kunjung Hilang? Kebiasaan Sepele Ini Bisa Jadi Penyebabnya!

Niko Prayoga , Jurnalis
Jum'at 14 Agustus 2026 17:05 WIB
Ilustrasi kaki berlubang dan bau. (Foto: dok Magnific/fabrikasimf)
Share :

JAKARTA — Kebiasaan sepele seperti memakai kaus kaki berhari-hari atau enggan mengangin-anginkan sepatu ternyata menyimpan risiko kesehatan yang cukup mengganggu. Tanpa disadari, lingkungan sepatu yang lembap dan tertutup menjadi sarana ideal bagi bakteri untuk berkembang biak hingga memicu kondisi kulit yang dikenal sebagai pitted keratolysis.

Penyakit ini membuat permukaan telapak kaki tampak berlubang-lubang kecil mirip kawah kecil dan mengeluarkan aroma yang tidak sedap. Dokter sekaligus influencer kesehatan Cecep Hermawan dalam unggahan video di akun Instagramnya menegaskan bahwa kebiasaan malas menjaga kebersihan alas kaki menjadi biang kerok utama masalah ini.

“Harus berapa kali sih diingetin, yang kaus kakinya dipakai berhari-hari, dan sepatu enggak pernah dijemur. Mau nunggu jadi kayak gini (Pitted Keratolysis)?” ujar dr. Cecep dikutip Jumat (14/8/2026).

Ia menjelaskan bahwa kondisi ini dipicu oleh perkembangbiakan bakteri Corynebacterium dan sejenisnya yang sangat menyukai area hangat, lembab, dan tertutup rapat dalam waktu lama. Bakteri tersebut memproduksi enzim khusus yang secara perlahan merusak struktur jaringan kulit telapak kaki.

“Bakteri (Corynebacterium dan sejenisnya) itu betah banget di kaki yang lembab, hangat, dan ketutup lama. Nah, bakteri ini ngeluarin enzim yang ngelarutin keratin alias lapisan kulit paling luar telapak kaki kita. Makanya muncul lubang-lubang kecil kayak kawah,” katanya.

Tak hanya merusak penampilan kulit, metabolisme bakteri ini juga menjadi sumber utama bau tidak sedap pada kaki yang sering kali sulit dihilangkan meski sudah rajin mandi. Fenomena ini sering kali membuat masyarakat keliru dalam penanganan. Menurutnya tidak sedikit orang yang mengira kelainan ini disebabkan oleh infeksi jamur, sehingga salah memilih obat atau salep.

“Baunya sendiri datang dari senyawa sulfur yang diproduksi bakterinya. Jadi wajar aja walau udah rajin mandi, kalo kakinya lembab terus ya bakterinya betah. Ini bakteri, bukan jamur. Banyak yang beli salep antijamur sendiri terus heran kok enggak sembuh-sembuh. Beda penyebab, beda obatnya,” tutur dr. Cecep.

Langkah Cegah Bau Kaki

Untuk mencegah serta mengatasi masalah kaki bolong dan berbau tersebut, ia membagikan sejumlah langkah preventif yang praktis dan mudah diterapkan sehari-hari:

1. Ganti Kaus Kaki Secara Berkala: Jangan menunggu hingga kaus kaki mengeluarkan bau. Disarankan membawa cadangan di dalam tas dan menggantinya minimal dua kali sehari, terutama saat siang hari.

2. Rotasi dan Angin-anginkan Sepatu: Hindari memakai sepatu yang sama setiap hari. Miliki minimal dua pasang sepatu agar ada jeda waktu untuk mengangin-anginkannya. Sepatu yang telah dipakai sebaiknya diangin-anginkan selama 24 jam hingga bagian dalamnya benar-benar kering.

3. Pilih Bahan yang Menyerap Keringat: Gunakan kaus kaki berbahan katun atau wol karena lebih efektif menyerap keringat dibandingkan bahan sintetis. Selain itu, pilih sepatu yang memiliki sirkulasi udara baik.

4. Pastikan Kaki Benar-benar Kering: Setelah mandi atau terkena hujan, keringkan kaki hingga ke sela-sela jari sebelum mengenakan kaus kaki kembali.

5. Cuci Kaus Kaki dengan Air Panas: Cuci kaus kaki menggunakan air panas berfoto temperatur sekitar 60°C untuk membunuh bakteri yang menempel pada serat kain.

6. Beri Waktu Kaki untuk "Bernapas": Jika sedang berada di rumah atau memiliki jeda waktu saat bekerja, lepaskan sepatu sejenak agar area kaki tetap kering.

(Agustina Wulandari )

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Women lainnya