“Sebenarnya dari fasilitas MICE, kita punya 14 meeting room, kemudian kamar kita yang 220 kamar, semuanya bisa kita curated. Jadi, apa pun kebutuhan dari client, demand-nya, ini bisa kita curate, accommodate,” tuturnya.
Marisa menjelaskan, fleksibilitas menjadi salah satu pendekatan yang diterapkan Park Hyatt Jakarta untuk memenuhi kebutuhan pasar. Hotel tidak hanya menawarkan paket yang telah ditentukan, tetapi berupaya menyesuaikan layanan dengan permintaan klien.
“Mulai dari meeting, kemudian wedding, sosial, sampai dengan anniversary atau acara apa pun yang menyesuaikan dari keinginan market. Jadi, kenapa ada Park Hyatt ini kita sebutkan curated karena we can create whatever that market needs. Jadi, itu yang harus kita garis bawahi, kita enggak menentukan apa yang akan kita berikan ke client, tapi kita mengakomodasi apa sebenarnya yang market inginkan,” tambah Marisa.
Penyelenggaraan Hyatt Fair Indonesia di Park Hyatt Jakarta juga menjadi bagian dari upaya mempertemukan pelaku industri MICE dengan jaringan Hyatt secara lebih luas. Kolaborasi tersebut diharapkan dapat membuka peluang bisnis sekaligus memperkuat konektivitas antara pasar Indonesia dan jaringan Hyatt global.
Director of Marketing Communication Park Hyatt Jakarta, Adelyn Maria, mengatakan kesesuaian visi antara Hyatt Fair Indonesia dan Park Hyatt Jakarta menjadi salah satu alasan hotel tersebut kembali dipilih sebagai lokasi penyelenggaraan.