Ibu Hamil Ingin Treatment Kecantikan? Dokter Ingatkan Jangan Asal Pilih Perawatan

Djanti Virantika, Jurnalis
Kamis 13 Agustus 2026 18:10 WIB
Ibu hamil. (Foto: Freepik)
Share :

PERAWATAN kecantikan menjadi salah satu hal yang banyak dilakukan untuk menjaga kesehatan dan penampilan kulit. Namun, bagi perempuan yang sedang hamil, apakah perawatan bisa tetap dilakukan?

Ternyata, tidak semua treatment bisa dilakukan sembarangan. Ada kondisi tertentu yang juga harus diperhatikan para ibu hamil.

1. Ibu Hamil Ingin Treatment Kecantikan?

Head Doctor & Clinic Development Manager Derma Express Indonesia, dr. Gerrit Y. Fanuel, dalam acara Morning Zone yang tayang di Youtube Okezone mengingatkan pentingnya memilih perawatan yang sudah memiliki bukti keamanan. Ibu hamil juga perlu berkonsultasi terlebih dahulu dengan dokter kandungan sebelum melakukan treatment kecantikan.

Kehamilan membuat perempuan perlu lebih berhati-hati dalam memilih produk maupun prosedur perawatan. Sebab, sejumlah bahan dan tindakan dalam treatment kecantikan belum tentu memiliki bukti keamanan yang cukup untuk ibu hamil.

dr. Gerrit menjelaskan bahwa ketika pasien sedang hamil, penggunaan obat-obatan maupun tindakan tertentu sebisa mungkin dihindari. Kecuali, ibu hamil tersebut telah mendapat persetujuan dari dokter spesialis obstetri dan ginekologi (obgyn).

Meski demikian, bukan berarti perempuan hamil sama sekali tidak boleh melakukan perawatan kecantikan. Menurut dr. Gerrit, perawatan dasar seperti facial masih dapat dipertimbangkan. Namun, jenis facial yang dipilih perlu diperhatikan karena ada prosedur yang menggunakan bahan atau tahapan tambahan, seperti peeling.

“Kondisi-kondisi tertentu kalau lagi hamil, aku suggestionnya tidak. Kecuali dia memang sudah mengantungi izin dari dokter obgyn ya,” ujar dr. Gerrit.

2. Peeling Sebaiknya Dihindari saat Hamil

Salah satu treatment yang disarankan untuk tidak dilakukan selama kehamilan adalah peeling. Dokter menjelaskan, penggunaan bahan peeling pada kulit perlu menjadi perhatian karena hingga saat ini tidak semua prosedur tersebut memiliki bukti yang cukup untuk memastikan keamanannya bagi ibu hamil.

Pertimbangan tersebut dilakukan karena keamanan ibu dan janin menjadi prioritas. Terlebih, masih terdapat prosedur tertentu yang belum memiliki cukup evidence based untuk menyatakan bahwa penggunaannya selama kehamilan benar-benar aman.

“Kalau peeling itu aku tidak menyarankan karena peelingnya takutnya masih belum ada evidence base yang membuktikan bahwa pasti aman,” jelas dr. Gerrit.

“Terus kalau treatmentnya sekedar facial itu masih oke. Tapi facialnya pun harus disesuaikan, ada facial yang pakai peeling atau tidak seperti itu,” lanjutnya.

 

3. Treatment Contouring Harus Konsultasi Terlebih Dahulu

Hal serupa juga berlaku untuk treatment yang bersifat lebih kompleks, termasuk prosedur contouring. dr. Gerrit menegaskan bahwa keputusan melakukan treatment selama kehamilan sebaiknya tidak hanya berdasarkan keinginan pasien. Konsultasi dengan dokter kandungan diperlukan untuk memastikan apakah prosedur tersebut dapat dilakukan.

“Kalau treatment skin, aku sebaiknya ya yang basic-basic dan yang memang sudah ada evidence base-nya boleh dilakukan. Kalau contouring, ya itu aku balik lagi harus mengantungi izin dari obgynnya dulu nih,” tutur dr. Gerrit.

(Djanti Virantika)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Women lainnya