Mengenal Nagoro, Desa di Jepang yang Dihuni Ratusan Boneka dan Menyimpan Kisah Sunyi

Djanti Virantika, Jurnalis
Senin 10 Agustus 2026 14:05 WIB
Mengenal Desa Nagoro di Jepang. (Foto: Offbeat Japan)
Share :

3. Sekolah Lama yang Dipenuhi Boneka

Salah satu tempat yang menarik perhatian pengunjung adalah sekolah lama Nagoro, yang dikenal sebagai Kakashi no Shogakko. Bangunan tersebut menjadi salah satu lokasi yang dapat dikunjungi untuk melihat lebih dekat kehidupan boneka-boneka buatan Ayano.

Di ruang kelas, boneka-boneka ditempatkan sedemikian rupa sehingga menciptakan suasana seperti sekolah yang masih aktif. Pemandangan tersebut sekaligus mengingatkan pada masa ketika desa masih memiliki lebih banyak penduduk.

Selain sekolah, terdapat pula sebuah bengkel kecil di jalan utama yang berkaitan dengan pembuatan boneka. Pengunjung dapat melihat bagaimana benda-benda sederhana seperti kayu, kawat, koran, dan kain dapat diubah menjadi sosok menyerupai manusia.

4. Boneka Punya Festival Sendiri

Keunikan Nagoro tidak berhenti pada keberadaan ratusan boneka. Boneka-boneka tersebut bahkan memiliki festival sendiri yang digelar setiap tahun pada Minggu pertama bulan Oktober.

Keberadaan festival tersebut menjadi salah satu cara untuk mempertahankan cerita dan tradisi unik Nagoro sekaligus menarik perhatian wisatawan. Desa yang dulunya perlahan kehilangan kehidupan kini justru menjadi tujuan bagi orang-orang yang penasaran dengan kisah di balik ratusan sosok yang tersebar di dalamnya.

Bagi sebagian orang, melihat ratusan boneka menyerupai manusia di sebuah desa terpencil mungkin terdengar menyeramkan. Terlebih ketika sore mulai berganti malam dan bayangan boneka terlihat semakin panjang di tengah pegunungan.

Namun, Nagoro sebenarnya menyimpan cerita yang jauh lebih emosional daripada sekadar pemandangan yang unik. Boneka-boneka tersebut menjadi cara Ayano untuk mengenang orang-orang yang pernah menjadi bagian dari kehidupan desa. Setiap sosok memiliki cerita dan alasan mengapa ia dibuat.

Karena itu, Nagoro lebih tepat dilihat sebagai bentuk penghormatan terhadap kehidupan, kenangan, dan orang-orang yang pernah tinggal di sana. Ketika malam mulai turun, suasana Nagoro berubah drastis.

Desa kecil yang dikelilingi pegunungan menjadi semakin sunyi. Boneka-boneka yang pada siang hari terlihat unik perlahan menciptakan bayangan panjang dan terasa lebih misterius.

(Djanti Virantika)

Halaman:
Lihat Semua
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Women lainnya