JAKARTA - Beberapa orang menyiasati alpukat dengan direndam dalam air dan disimpan di kulkas agar tetap hijau dan tidak cepat berubah cokelat. Hal ini jadi sorotan Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat (FDA) yang mengingatkan bahwa cara tersebut tidak aman.
Menurut FDA, kulit alpukat dapat membawa bakteri seperti Listeria monocytogenes dan Salmonella. Saat alpukat direndam dalam air, bakteri tersebut dapat berkembang biak.
Penelitian FDA juga menunjukkan bahwa Listeria dapat menembus hingga ke daging alpukat jika buah direndam dalam air dingin selama penyimpanan. Jika hal itu terjadi, mencuci atau membersihkan kulit alpukat sebelum dipotong tidak lagi dapat menghilangkan kontaminasi di bagian dalam buah.
Melansir The Standard, berikut ini empat cara aman mencegah alpukat berubah cokelat:
Asam sitrat membantu memperlambat proses oksidasi yang menyebabkan daging alpukat berubah warna menjadi cokelat.
Tempelkan plastik langsung pada permukaan daging alpukat agar kontak dengan udara seminimal mungkin.
Letakkan alpukat di dalam wadah tertutup rapat dan simpan di lemari es.
Meskipun tidak sepenuhnya mencegah pencokelatan, biji dapat membantu mengurangi paparan udara pada sebagian permukaan daging buah.
Perlu diingat bahwa perubahan warna menjadi cokelat pada alpukat merupakan proses oksidasi alami dan umumnya tidak berbahaya. Yang menjadi perhatian FDA bukanlah perubahan warna tersebut, melainkan risiko pertumbuhan bakteri akibat penyimpanan dalam air.
(Agustina Wulandari )