Penyebab Kasus Batu Ginjal Makin Banyak di Indonesia

Mei Sada Sirait, Jurnalis
Jum'at 31 Juli 2026 19:09 WIB
Penyebab Kasus Batu Ginjal Makin Banyak di Indonesia (Foto: Okezone)
Share :

JAKARTA - Kasus batu ginjal di Indonesia terus menunjukkan tren peningkatan dan kini tidak lagi didominasi oleh kelompok usia lanjut. Dokter mengungkapkan, orang dewasa berusia 25 hingga 35 tahun juga mulai berisiko mengalami batu ginjal, terutama akibat gaya hidup yang kurang memperhatikan asupan cairan dan pola makan.

Dokter Konsultan Urologi Subspesialis Trauma & Rekonstruksi Saluran Kemih Bethsaida Hospital Gading Serpong, dr. Donny Eka Putra, Sp.U., Subsp.TRK(K), menjelaskan bahwa iklim tropis di Indonesia menjadi salah satu faktor yang meningkatkan risiko terbentuknya batu ginjal.

“Negara kita tropis, badan cenderung dehidrasi kalau kurang minum. Apalagi yang bekerja di meja atau di lapangan dan lupa minum. Kristal-kristal hasil olahan makanan menumpuk di ginjal dan jadi batu,” ujarnya saat peluncuran Urology & Nephrology Clinic Bethsaida Hospital Gading Serpong.

Menurut dr. Donny, terdapat tiga jenis kristal yang paling sering menjadi penyebab batu ginjal di Indonesia, yakni kristal asam urat, oksalat, dan kalsium.

Cegah Batu Ginjal

Karena itu, menjaga tubuh tetap terhidrasi menjadi langkah sederhana namun penting untuk mencegah pembentukan batu ginjal. Ia menyarankan orang dengan aktivitas normal mengonsumsi air putih sekitar 1,5 hingga 2 liter per hari.

Namun, kebutuhan cairan dapat meningkat pada orang yang rutin berolahraga atau memiliki aktivitas fisik yang tinggi.

“Idealnya 1,5 sampai 2 liter per 24 jam untuk aktivitas biasa. Jika olahraga atau stresor tinggi, harus ditambah. Ukuran minum juga berdasarkan berat badan,” jelasnya.

Selain mencukupi kebutuhan cairan, masyarakat juga diimbau menjaga pola makan. Beberapa jenis makanan, seperti kacang-kacangan, emping, makanan laut (seafood), dan teh, mengandung zat yang dapat memicu pembentukan kristal apabila dikonsumsi secara berlebihan.

“Bukan tidak boleh, tapi harus diatur. Juga hindari vitamin C dosis tinggi secara berlebihan. Obesitas atau berat badan tidak ideal juga berpengaruh pada gangguan saluran kemih,” katanya.

Sementara itu, Dokter Spesialis Penyakit Dalam Konsultan Ginjal dan Hipertensi Bethsaida Hospital Gading Serpong, dr. Mutalib Abdullah, Sp.PD-KGH, FINASIM, mengungkapkan jumlah pasien gagal ginjal terus meningkat dalam beberapa tahun terakhir. Menurutnya, banyak kasus sebenarnya dapat dicegah apabila gangguan ginjal terdeteksi sejak dini.

Ia juga mengingatkan pasien yang pernah mengalami batu ginjal agar tetap menjalani kontrol rutin meskipun batu telah ditangani. Pasalnya, batu ginjal memiliki risiko untuk kembali terbentuk.

“Pasien harus tetap kontrol meski batu sudah ditangani, karena batu bisa terbentuk lagi. Masalah makanan juga penting, banyak makanan dan obat-obatan atau jamu yang bersifat nefrotoksik,” ujarnya.

(Kurniasih Miftakhul Jannah)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Women lainnya