JAKARTA - Kebiasaan olahraga yang dilakukan calon ayah tidak hanya bermanfaat bagi kebugaran tubuhnya sendiri, tetapi juga diduga dapat memengaruhi kondisi biologis yang diwariskan kepada anak. Sejumlah penelitian menunjukkan aktivitas fisik sebelum pembuahan berpotensi berkaitan dengan perubahan pada sperma yang dapat memengaruhi kesehatan metabolik dan perkembangan otak keturunan.
Hal itu diungkapkan oleh dokter sekaligus influencer kesehatan, dr. Adam Prabata, dalam unggahan di akun Instagram pribadinya.
“Calon ayah yang rajin berolahraga bisa berpengaruh ke DNA anak. Selama ini kita berpikir DNA anak hanya merupakan warisan gen dari orang tua yang tidak bisa diubah,” ungkap dr. Adam.
Ia menjelaskan, temuan tersebut mengacu pada penelitian terbaru yang menunjukkan bahwa sperma berpotensi mengalami perubahan menjadi lebih baik apabila calon ayah rutin berolahraga.
Penelitian tersebut dilakukan menggunakan tikus sebagai objek penelitian. Hasilnya menunjukkan bahwa tikus jantan yang rutin berolahraga memiliki keturunan dengan toleransi glukosa dan sensitivitas insulin yang lebih baik. Menurut dr. Adam, perubahan genetik serupa juga ditemukan pada manusia.
“Penelitian terbaru ini menunjukkan bahwa sperma ternyata bisa dimodifikasi menjadi lebih baik bila seorang calon ayah melakukan olahraga rutin,” jelasnya.
Selain itu, olahraga yang dilakukan calon ayah maupun ibu sebelum proses pembuahan juga dikaitkan dengan perubahan DNA pada anak. Perubahan tersebut mengarah pada kondisi metabolik yang lebih baik serta kemampuan otak yang lebih optimal.