JAKARTA — Banyak orang mengira tenggorokan kering saat cuaca panas hanya disebabkan kurang minum air putih. Padahal, kondisi ini juga bisa dipicu oleh suhu udara yang tinggi sehingga lapisan pelindung alami di tenggorokan mengering dan memicu batuk, meski kebutuhan cairan sudah tercukupi.
Dokter sekaligus influencer kesehatan, dr. Cecep Hermawan, dalam unggahan video di akun Instagram pribadinya menjelaskan bahwa fenomena tersebut merupakan respons tubuh yang wajar akibat paparan cuaca panas ekstrem.
"Udah rajin minum air putih pas cuaca lagi terik, tapi tetap aja gampang batuk. Tenggorokan kering, apalagi kalau malam, batuknya terus-terusan. Ini wajar kok. Pas cuaca panas ekstrem, cairan pelumas di tenggorokan kita menguap. Lapisannya kering, lendir mengental, dan rambut getar penyapu kotoran jadi macet. Makanya kotoran nempel dan mancing batuk," jelas dr. Cecep.
Menurutnya, menguapnya cairan pelumas alami membuat silia atau rambut getar yang berfungsi membersihkan saluran napas tidak dapat bekerja secara optimal. Akibatnya, debu dan partikel kotoran lebih mudah menempel pada lapisan mukosa yang kering sehingga memicu refleks batuk.
Untuk membantu meredakan kondisi tersebut, dr. Cecep menyarankan menjaga kelembapan tenggorokan dengan mengonsumsi bahan-bahan yang dapat memberikan efek menenangkan. Salah satunya adalah madu yang dikombinasikan dengan jahe, kayu manis, daun saga, dan jeruk nipis.
Menurutnya, bahan-bahan tersebut mengandung senyawa yang bersifat antiinflamasi dan antibakteri sehingga dapat membantu menjaga kelembapan tenggorokan sekaligus mendukung daya tahan tubuh.
"Nah, kita butuh ekstra pelumas dari dalam. Madu tuh pas banget buat ngelapisin tenggorokan yang kering, ditambah jahe, kayu manis, daun saga, dan jeruk nipis yang bagus banget buat ngebantu ngeredain batuk dan jaga daya tahan tubuh kita," pungkasnya.
(Kurniasih Miftakhul Jannah)