Menurut dr. Cecep, temuan tersebut menjadi pengingat bahwa masyarakat tidak perlu menunggu munculnya keluhan fisik untuk mulai berolahraga.
"Kalau umur 90 tahun masih bisa, apalagi kita sekarang. Soalnya, proporsi otot kita turun pelan-pelan sejak umur 20-an. Namanya sarkopenia, enggak akan terasa sampai akhirnya sudah telanjur susah bergerak dan sering nyeri," ujarnya.
Karena itu, ia mengimbau masyarakat yang belum pernah melakukan latihan beban agar tidak ragu memulainya dari intensitas ringan. Menjaga massa otot, menurutnya, bukan hanya demi penampilan, melainkan sebagai investasi kesehatan agar tetap mandiri saat memasuki usia lanjut.
"Buat yang belum pernah latihan beban, enggak usah menunggu lagi. Sekarang justru waktu yang paling baik untuk memulai. Enggak ada kata terlambat. Mulai saja pelan-pelan. Intinya bukan cuma soal ingin berotot, tetapi juga soal seberapa lama kita masih bisa mengurus diri sendiri," jelasnya.
Untuk membantu mencegah sarkopenia, dr. Cecep menyarankan latihan beban dilakukan secara rutin minimal dua kali seminggu sesuai rekomendasi Organisasi Kesehatan Dunia (WHO). Ia menekankan bahwa konsistensi jauh lebih penting daripada intensitas tinggi yang hanya dilakukan sesekali.