Menurutnya, kebiasaan menunduk yang terus-menerus dapat merusak struktur anatomis leher secara perlahan. Dampaknya mulai dari ketegangan otot hingga potensi terjadinya cedera saraf.
"Strukturnya jadi rusak. Otot-ototnya jadi tegang, sendinya bengkak, ligamen menebal, hingga bantalan tulangnya menonjol. Khususnya bantalan tulang leher," ucapnya.
Perubahan gaya hidup dan tingginya durasi penggunaan layar (screen time) pada anak-anak hingga remaja menjadi faktor pemicu utama maraknya kasus ini. Screen time yang cukup lama dengan posisi yang itu-itu saja bisa menimbulkan cedera di bagian leher.
"Kalau kita perhatikan anak-anak kita, screen time sehari itu bisa 7 jam, bahkan belasan jam,” ucap dr. Mahdian.
Dari situlah penyakit saraf kejepit bisa muncul akibat terlalu lama diam dan tidak menggerakan tubuh dalam waktu lama akibat bermain gadget. “Nah, ini yang menjadi habit baru, sehingga itu banyak cedera di leher dan terjadi saraf kejepit,” tuturnya.
(Agustina Wulandari )