Disiplin dan kekerasan merupakan dua hal yang berbeda. Disiplin bertujuan mengajarkan anak memahami aturan, bertanggung jawab, dan belajar dari kesalahan. Sementara itu, kekerasan justru menimbulkan rasa takut tanpa membantu anak memahami perilaku yang diharapkan.
Pendekatan yang hangat, konsisten, serta komunikasi yang terbuka terbukti lebih efektif dalam membantu anak mengembangkan kemampuan mengelola emosi, rasa tanggung jawab, dan hubungan yang sehat dengan orang lain.
Jika anak menunjukkan perubahan perilaku yang menetap setelah mengalami kekerasan, seperti sering murung, menarik diri, mudah marah, mengalami gangguan tidur, atau kehilangan minat pada aktivitas yang disukai, orangtua sebaiknya segera berkonsultasi dengan psikolog atau psikiater anak. Penanganan sejak dini dapat membantu mencegah dampak yang lebih besar terhadap kesehatan mental dan tumbuh kembang anak.
(Djanti Virantika)