"Penelitian menunjukkan bahwa air yang terkontaminasi bakteri awalnya dapat menyebabkan mual, muntah, dan diare akut. Namun, bila terus-menerus dikonsumsi, terutama pada anak, dapat menyebabkan peradangan usus berkepanjangan hingga mengganggu penyerapan nutrisi. Kondisi ini dapat menyebabkan gangguan pertumbuhan dan perkembangan pada anak yang berujung pada stunting," jelasnya.
Karena itu, dr. Adam mengimbau masyarakat agar lebih selektif dalam memilih depot air minum isi ulang. Menurutnya, kualitas air sangat dipengaruhi oleh standar operasional depot, mulai dari perawatan filter, kebersihan galon, proses disinfeksi, hingga kebersihan petugas.
"Yang menarik adalah, salah satu penentu adanya kontaminasi pada air isi ulang ialah kualitas operasional depot air minum isi ulangnya, mulai dari perawatan filter, kebersihan galon, proses disinfeksi, hingga kebersihan petugas. Semakin baik operasionalnya, semakin rendah pula risiko kontaminasi air isi ulang," pungkasnya.
(Kurniasih Miftakhul Jannah)