KESEPIAN sering dianggap hanya beri dampak terhadap emosional seseorang. Padahal ternyata, kesepian juga bisa memberi dampak lebih dari hal itu.
Menurut penelitian, rasa kesepian disebut dapat meningkatkan risiko kematian. Bahkan, angka tingkat kematian itu hingga mencapai 32 persen!
Dokter Adam Prabata melaui cuitannya di X membagikan fakta menarik mengenai dampak kesepian terhadap kesehatan. Menurut dr Adam, banyak orang menganggap kesepian hanya berkaitan dengan perasaan.
Padahal, sejumlah penelitian menunjukkan kondisi tersebut juga berpengaruh terhadap kesehatan fisik.
“Kita sering nganggep kesepian itu cuma masalah perasaan. Tapi ada satu penelitian yang menunjukkan bahwa kesepian atau kurangnya koneksi sosial ternyata berasosiasi dengan risiko kematian yang lebih tinggi,” tulis Adam.
dr. Adam menjelaskan temuan tersebut berasal dari sebuah meta-analisis yang merangkum 90 studi kohort dengan melibatkan lebih dari 2,2 juta partisipan. Berdasarkan hasil penelitian, orang yang mengalami isolasi sosial memiliki risiko kematian sekitar 32 persen lebih tinggi dibanding mereka yang memiliki hubungan sosial yang baik.
Sementara itu, orang yang merasa kesepian memiliki risiko kematian sekitar 14 persen lebih tinggi. Isolasi sosial juga dikaitkan dengan meningkatnya risiko kematian akibat penyakit jantung dan kanker.
Dokter Adam menjelaskan ada sejumlah faktor yang diduga menjadi penyebab hubungan tersebut. Menurutnya, kesepian kronis dapat memicu stres berkepanjangan yang berdampak pada meningkatnya tekanan darah, kualitas tidur yang buruk, hingga peradangan dalam tubuh.
Selain itu, orang yang hidup sendiri atau minim interaksi sosial juga berpotensi terlambat mengetahui adanya gangguan kesehatan.
“Orang yang terisolasi cenderung telat ketahuan kalau ada masalah kesehatan, selain itu enggak ada yang nemenin ke dokter. Jadi tubuh dan sistem pendukung sama-sama bisa bermasalah pada orang yang kesepian,” jelas dr. Adam.
Karena itu, dr Adam mengingatkan bahwa menjaga hubungan sosial sama pentingnya dengan menerapkan gaya hidup sehat lainnya. Ia menyarankan beberapa kebiasaan sederhana untuk menjaga koneksi sosial.
Misalnya dengan menghubungi teman lama, menelepon orang tua, hingga benar-benar hadir saat berkumpul dengan orang terdekat tanpa terganggu ponsel.
“Hal-hal kecil ini ternyata bisa jadi investasi untuk kesehatan kalian,” pungkasnya.
(Djanti Virantika)