Eksplorasi Kesenian dan Wisata Banyuwangi, Enggak Kalah sama Bali

Agustina Wulandari , Jurnalis
Senin 06 Juli 2026 13:03 WIB
Kawah Ijen. (Foto: dok Kemenpar)
Share :

JAKARTA - Destinasi wisata di Bali sudah tersohor di seluruh dunia. Alam dan budaya ikonis Bali tentu saja selalu jadi incaran utama turis mancanegara dan lokal.

Saking indah dan tenangnya nuansa Bali tentu saja kepadatan turis terjadi di area Bali Selatan. Untuk itu, Kementerian Pariwisata mulai gencar mengenalkan kawasan 3B (Bali Utara, Bali Barat, dan Banyuwangi). Kawasan ini jadi opsi seru buat kamu yang ingin liburan lebih lama sekaligus mengeksplorasi tempat baru.

Khusus Banyuwangi, daerah ini sudah lama berbenah dan sukses melepas stigma masa lalunya. Sekarang, Banyuwangi menjelma jadi primadona wisata di ujung timur Pulau Jawa. 

Mengusung julukan The Sunrise of Java, Banyuwangi menawarkan beragam atraksi keren yang sayang banget kalau dilewatkan. Dari wisata alam sampai petualangan seru, semuanya ada!

Yuk, intip destinasi apa saja yang wajib kamu datangi di Banyuwangi:

1. Kawah Ijen

Ini dia salah satu destinasi unggulan Jawa Timur yang berada di perbatasan Kabupaten Bondowoso dan Kabupaten Banyuwangi. Berada di ketinggian 2.368 mdpl dengan kaldera terluas di Pulau Jawa, Kawah Ijen punya pesona magis berupa blue fire (api biru) yang keindahannya sudah mendunia.

Fenomena alam ini terjadi karena sublimasi gas belerang yang mencapai suhu lebih dari 200°C. Kerennya lagi, fenomena ini cuma ada dua di dunia! Kalau mau melihat blue fire, kamu harus siap-siap mendaki sekitar 2-3 jam dari titik awal pendakian pada dini hari, tepatnya sekitar pukul 01.00 sampai 04.00.

2. De Djawatan

Mau merasakan atmosfer fiksi bak di film The Lord of the Rings? Datang saja ke De Djawatan Forest. Kawasan hutan lindung seluas 9 hektare yang dikelola oleh Perum Perhutani ini menyuguhkan pemandangan yang unik banget. Nama "De Djawatan" sendiri dipakai untuk mengenang masa jaya Perum Perhutani yang dulunya bernama Djawatan Kehutanan.

Terletak di Desa Benculuk, tempat ini dipenuhi ratusan pohon trembesi raksasa yang sudah berumur 100 hingga 150 tahun. Batang-batang pohonnya yang rindang dan diselimuti lumut serta tanaman menjalar membuat suasananya terasa magis. Dijamin, kamu bakal langsung tergoda buat foto-foto dan memamerkannya di media sosial!

3. Desa Wisata Tamansari

Desa Wisata Tamansari. (indonesia.travel)

Terletak di kawasan barat Banyuwangi, sekitar 24 kilometer dari pusat kota, tepatnya di Kecamatan Licin, ada Desa Wisata Tamansari. Sejak awal 2016, desa di kaki Gunung Ijen ini sudah dikenal sebagai Desa Wisata berbasis Smart Kampung. Udara di sini sejuk banget dengan pemandangan alam yang memanjakan mata.

Di sini, kamu bisa merasakan pengalaman liburan yang autentik berkat adanya homestay tradisional, perkebunan kopi, dan keramahan warga lokal yang bikin betah. Jangan lupa juga buat mampir ke Sendang Seruni, sebuah kolam pemandian alami yang airnya bersumber langsung dari mata air pegunungan. Airnya jernih, segar, dan makin asri karena dikelilingi tanaman selada air.

4. Kopi Banyuwangi

Banyuwangi juga terkenal sebagai salah satu daerah penghasil kopi terbaik di Indonesia. Kalau main ke Desa Adat Osing Kemiren, kamu bakal menemukan komunitas yang punya tradisi ngopi yang unik. 

Mereka punya filosofi ikonis: "Sekali seduh, kita bersaudara." Di desa ini, kamu bahkan bisa belajar proses membuat kopi sendiri, mulai dari menyangrai, menumbuk, menyaring, sampai menyajikannya dengan benar.

Selain kopi Kemiren, Banyuwangi juga punya varian kopi khas lainnya seperti kopi lanang, kopi seblang, dan kopi pingit (kopi lawas). Pokoknya wajib bawa pulang buat oleh-oleh!

5. Museum Blambangan

Buat kamu yang suka sejarah, Museum Blambangan yang didirikan pada 25 Desember 1977 ini wajib masuk daftar kunjungan. Nama museum ini diambil dari Kerajaan Blambangan, kerajaan besar yang dulu menguasai wilayah ini pada masa kejayaan Majapahit.

Museum ini dibangun untuk melestarikan warisan budaya masyarakat Banyuwangi. Di sini, kamu bisa menelusuri lini masa sejarah Banyuwangi sekaligus melihat langsung replika atau peninggalan kereta kuda yang dulu jadi transportasi utama Kerajaan Blambangan.

6. Tari Gandrung Banyuwangi

Tari Gandrung merupakan tarian tradisional yang mengekspresikan rasa syukur masyarakat Banyuwangi setelah masa panen. Kata "gandrung" sendiri berarti terpesona atau kagum, menggambarkan rasa hormat masyarakat kepada Dewi Sri (Dewi Padi) yang membawa kemakmuran.

Gerakan tariannya sangat khas dan ekspresif, memadukan keselarasan gerakan tangan, kaki, dan bahu. Setiap tahunnya, ada acara budaya megah bernama Festival Gandrung Sewu yang digelar di Pantai Boom. Dengan latar belakang Selat Bali yang indah, festival ini enggak cuma menyuguhkan seni yang megah, tapi juga membawa pesan mendalam tentang harmoni antara manusia dan alam.

7. Pantai Blimbingsari

Setelah puas jalan-jalan, saatnya makan enak di Pantai Blimbingsari! Pantai yang berjarak sekitar 10 kilometer dari pusat kota (Kecamatan Rogojampi) ini terkenal banget dengan kuliner ikan bakarnya yang khas.

Di sepanjang pantai, ada banyak warung lesehan yang menyajikan hidangan laut segar. Jenis ikan yang paling sering dicari pengunjung adalah ikan kerapu, kakap merah, kakap putih, atau tambak moncong. Menyantap ikan bakar yang lezat sambil menikmati deburan ombak dan momen matahari terbit benar-benar melengkapi pengalaman kamu di The Sunrise of Java.

(Agustina Wulandari )

Halaman:
Lihat Semua
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Women lainnya