Selain itu, bayi juga berisiko mengalami gangguan pertumbuhan di dalam kandungan, terutama jika kondisi gizi ibu kurang baik.
Tak hanya berdampak secara fisik, dr. Adam juga menyoroti konsekuensi psikologis yang dapat muncul. Ia menjelaskan bahwa ibu yang hamil di usia remaja memiliki risiko lebih tinggi mengalami depresi setelah melahirkan, terutama jika tidak mendapatkan dukungan dari lingkungan sekitar.
Di sisi lain, kehamilan pada usia sekolah juga berpotensi menyebabkan remaja putus sekolah, sehingga peluang memperoleh pekerjaan dan penghasilan yang lebih baik di masa depan menjadi semakin kecil.
Karena itu, dr. Adam kembali mengingatkan pentingnya pendidikan bagi remaja.
"Jadi, masih mikir mendingan hamil aja dibandingkan sekolah?!" pungkasnya.
(Kurniasih Miftakhul Jannah)