GELOMBANG cuaca panas ekstrem kembali melanda sejumlah negara di Eropa. Suhu yang melonjak hingga mencapai level berbahaya membuat banyak orang mencari cara untuk menjaga tubuh tetap segar dan terhidrasi.
Namun, di tengah kondisi terik seperti ini, tidak semua minuman justru membantu tubuh. Beberapa jenis minuman malah dapat mempercepat hilangnya cairan tubuh atau membuat kondisi dehidrasi semakin buruk.
Dilansir dari Healthy Line, berikut 4 minuman yang sebaiknya dibatasi saat cuaca panas:
Pertama, ada kopi dan minuman berkafein tinggi. Minuman seperti kopi, teh hitam, dan minuman energi mengandung kafein yang bersifat diuretik ringan.
Konsumsi berlebihan dapat meningkatkan frekuensi buang air kecil. Alhasil, cairan tubuh lebih cepat berkurang. Meski masih boleh dikonsumsi dalam jumlah wajar, minuman ini sebaiknya tidak menjadi sumber utama hidrasi saat cuaca panas.
Kemudian, ada alkohol. Alkohol dapat mengganggu keseimbangan cairan tubuh dan menurunkan kemampuan tubuh dalam mengatur suhu.
Hal ini membuat risiko dehidrasi, pusing, hingga kelelahan panas (heat exhaustion) meningkat saat suhu sedang tinggi. Jadi minuman ini wajib dihindari.
Soda dan minuman tinggi gula memang terasa menyegarkan. Namun, kandungan gulanya dapat memperlambat proses penyerapan cairan. Akibatnya, tubuh justru lebih cepat merasa lelah dan haus kembali.
Es atau minuman yang terlalu dingin memang memberikan efek segar sesaat. Namun, pada sebagian orang, suhu ekstrem ini bisa mengganggu pencernaan dan tidak membantu hidrasi secara optimal dalam jangka panjang.
Saat suhu meningkat, tubuh lebih membutuhkan cairan yang mudah diserap. Beberapa pilihan yang lebih sehat antara lain air putih dalam jumlah cukup, air kelapa alami, air mineral dengan elektrolit, dan infused water dengan buah segar.
(Djanti Virantika)