“Jadi, pada KB implan, hormon yang tersedia di dalam KB implan itu akan terserap secara *steady release*, sehingga dapat mengakibatkan lapisan dinding rahim yang menipis. Dan karenanya penipisan dari dinding rahim ini juga dapat meningkatkan fragilitas atau kerapuhan dari pembuluh darah pada lapisan dinding rahim,” jelas dia.
Selain itu, kondisi tersebut juga memang sering terjadi pada 50 sampai 80 persen pengguna KB Implan. “Jadi hal ini lumayan sering terjadi, ya, pada kisaran 50 sampai 80 persen pengguna KB implan. Sedangkan pada 20 persen kasus, seringkali tidak mengalami perdarahan yang memanjang,” tutur dr. Gezta.
Meski demikian, ia menyarankan agar memeriksakan diri ke dokter jika terjadi pendarahan yang memanjang dalam siklus haid selama tiga bulan.
“Apabila perdarahan terus memanjang pada selama siklus haid lebih dari 3 bulan, maka dapat dikonsultasikan, ya. Seringkali dokter kandungan mungkin akan menambahkan dengan pil KB kombinasi, ya, untuk menstabilisasi pembentukan dari dinding rahim. Biasanya dapat diberikan pil NSAID, ya, untuk mengurangi inflamasi sehingga mengurangi perdarahan,” pungkas dia.
(Kurniasih Miftakhul Jannah)