JAKARTA - Banyak orang memilih menggunakan sendok plastik saat menyantap makanan panas karena dianggap praktis dan lebih higienis. Namun, di balik kemudahannya, kebiasaan ini disebut dapat menimbulkan risiko kesehatan jika dilakukan secara terus-menerus, terutama ketika plastik bersentuhan langsung dengan makanan panas dan berminyak.
Edukator sekaligus Praktisi Bisnis Lingkungan, Bang Sap, mengingatkan bahwa paparan suhu tinggi pada alat makan plastik berpotensi memicu perpindahan senyawa kimia tertentu ke dalam makanan.
"Makan pakai sendok plastik itu jelas berbahaya. Selama ini kita makan pakai sendok plastik biar tangan bersih kan? Padahal, kalau sendok plastik ketemu makanan panas, berminyak, atau dipakai mengaduk terlalu lama, risikonya nggak main-main, lho," kata Bang Sap, dikutip Rabu (24/6/2026).
Menurutnya, kombinasi suhu panas, kandungan minyak, dan lamanya kontak antara sendok plastik dengan makanan dapat meningkatkan potensi migrasi mikroplastik maupun senyawa kimia tertentu ke dalam makanan. Hal itu terjadi karena tidak semua jenis plastik dirancang untuk menahan paparan panas.
Bang Sap pun mengimbau masyarakat agar lebih cermat saat menggunakan alat makan berbahan plastik. Salah satu caranya adalah dengan memeriksa kode identifikasi resin yang biasanya tercetak pada bagian belakang produk.
"Gampangnya gini, balik sendoknya, cari kode segitiga, pilih angka lima. Nah, itu yang paling aman untuk panas. Hindari kode 6, karena lebih mudah melepas zat karsinogenik saat kena panas," jelasnya.
Selain memperhatikan kode plastik, ia juga menyarankan konsumen memastikan adanya logo gelas dan garpu atau keterangan food grade sebagai penanda bahwa produk tersebut aman digunakan untuk kontak dengan makanan.