Dr. Maryam menilai konsumsi protein masyarakat Indonesia umumnya masih rendah, sementara asupan karbohidrat cenderung berlebihan. Padahal, protein berperan penting dalam menjaga massa otot sekaligus membantu memberikan rasa kenyang lebih lama.
Selain pola makan, aktivitas fisik juga berperan besar dalam mencegah berat badan kembali naik. Meski demikian, ia menegaskan bahwa masyarakat tidak perlu memaksakan diri mengikuti tren olahraga tertentu.
“Sebenarnya tidak perlu aktivitas fisik yang berlebihan atau mengikuti tren tertentu. Menjadi individu yang lebih aktif saja sudah memberikan manfaat,” ujarnya.
Aktivitas sederhana seperti berjalan kaki atau memperbanyak gerak dalam keseharian tetap dapat membantu meningkatkan pembakaran kalori.
Terkait fenomena berat badan yang kembali naik setelah diet, dr. Maryam menjelaskan bahwa sel lemak dalam tubuh memiliki semacam “memori”. Kondisi ini terutama terjadi pada orang yang sebelumnya mengalami obesitas.